Pemuda NU & Muhammadiyah Bahas Masa Depan Bantul

Gapura Kabupaten Bantul. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
22 September 2019 22:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Para pemuda beberapa organisasi badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, menggelar diskusi bersama membahas masa depan Bantul di Kantor Pimpinan Cabang NU (PCNU) Bantul, Minggu (22/9/2019) sore.

Sejumlah pembicara dalam diskusi bertajuk Menyongsong Bantul 2 Abad tersebut di antaranya adalah Ketua GP Ansor Bantul sekaligus koordinatorGerakan Muda NU (GMNU) M. Irfan Chalimy; Ketua Fatayat NU Bantul Umi Masruroh; perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul Suwandi DS; perwakilan Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Bantul Sahlan Romadhoni; dan Ketua Hizbul Wathon Bantul Muhammad Nur Amin.

Penyelenggara Diskusi, Azhar Muhammad mengatakan diskusi bersama dua pemuda organisasi besar tersebut merupakan bagian dari kegelisahan atas situasi di Bantul. Namun dia tidak menyebut secara rinci atas persoalan-persoalan yang terjadi.

Diskusi hanya diarahkan ke soal pembangunan Bantul ke depan, baik dari dari aspek ekonomi, politik, agama, sosial dan budaya. “Hasil diskusi akan menghasilkan rekomendasi bagi internal organisasi NU dan Muhammadiyah. Karena bagaimanapun keputusan politik mampu mempengaruhi dinamika di Bantul,” ujar Azhar, Minggu.

Dia juga menegaskan diskusi tersebut tidak membahas soal sosok dan personal yang layak untuk dicalonkan sebagai pemimpin di Bantul dalam gelaran Pilkada 2020 mendatang. “Kami hanya membicarakan gagasan pembangunan Bantul secara luas. Hasil diskusi nanti akan dibahas lebih lanjut bersama dua organisasi tersebut untuk lebih dikonkretkan kembali,” ucap dia.

Rencananya rekomendasi itu nantinya akan dideklarasikan bertepatan dengan 28 Oktober sebagai sikap resmi pemuda NU dan Muhammadiyah dalam menyongsong masa depan Bantul.

Ketua GP Ansor M. Irfan Chalimy menambahkan NU dan Muhammadiyah perlu mengawal proses politik yang terjadi di daerah karena tiap kebijakan politik akan bersampak pada warga kedua organisasi tersebut. “Pada saatnya nanti NU dan Muhammadiyah punya andil ingin punya peran dalam menentukan arah Bantul,” kata Irfan.

Perwakilan dari PDM Bantul Suwandi DS mengatakan diskusi pemuda NU dan Muhammadiyah bukan terkait dengan pilkada. Pasalnya pilkada hanya terjadi lima tahun sekali sementara gagasan pemuda kedua organisasi tersebut untuk jangka panjang.

“NU dan Muhammadiyah adalah aset bangsa, peran dan pengorbanannya sudah teruji sejak sebelum kemerdekaan sampai saat ini,” ucap dia.