Produksi Ikan Kakap Putih di Jogja dengan Investasi Rp703 Miliar Akan Digarap Perusahaan Norwegia

Penandatangan perjanjian budi daya ikan terpadu oleh konsorsium perusahaan Indonesia yang dipimpin PT El Rose Brothers dengan perusahaan Sterner AS asal Norwegia pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di Tangerang, Banten, pada Rabu (16/10/2019). - Antara/KBRI Oslo
21 Oktober 2019 19:07 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Konsorsium perusahaan Indonesia yang dipimpin PT El Rose Brothers dengan perusahaan Sterner AS asal Norwegia menandatangani perjanjian kerja sama budi daya ikan terpadu di sela-sela kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di Banten, pekan lalu. Proyek kerja sama tersebut akan dimulai di DIY tahun depan dengan investasi US$50 juta atau setara Rp703,8 miliar untuk memproduksi ikan kakap putih.

Kesepakatan itu ditekan Ferry Budiman, Direktur PT El Rose Brothers, dan Gisle Larsen, Direktur Sterner AS, di Tangerang, Banten, Rabu (16/10/2019). Perjanjian itu merintis jalan bagi investasi yang cukup signifikan dalam mengembangkan bisnis budi daya perikanan (onshore fishfarming) berbasis teknologi recirculating aquaculture system (RAS) di Indonesia.

Teknologi RAS adalahkomponen penting dalam produksi makanan yang rendah karbon dan berkelanjutan di masa mendatang. Fasilitas berbasis teknologi RAS milik Sterner memungkinkan produksi berdasarkan jaminan kualitas, keterlacakan, dan pertumbuhan terkelola untuk menciptakan lingkungan yang nol pemborosan dan rendah karbon.

PT El Rose Brothers akan memulai pembangunan fasilitas RAS tersebut di DIY pada 2020 dengan rencana kapasitas produksi tahap pertama 2.500 ton per ikan kakap putih per tahun. Proyek itu direncanakan mendatangkan investasi US$50 juta.

"Proyek kemitraan ini dapat menjadi landasan untuk memadukan investasi asing dan teknologi RAS dan pengolahan air bersih milik Sterner AS di Indonesia," ujar Gisle Larsen melalui keterangan tertulis pekan lalu.

Sementara itu, Ferry Budiman optimistis akan menjadi yang terunggul dalam hal produksi produk perikanan yang berkualitas tinggi dan aman bagi konsumen

"Kami memang bertujuan menjadi produsen produk perikanan dengan fasilitas onshore (kawasan daratan) dalam lima tahun mendatang yang akan menyediakan produk untuk pasar domestik maupun global," kata Ferry.

Duta Besar RI untuk Norwegia Todung Mulya Lubis yang turut menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut mengingatkan agar proyek tersebut memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku di Indonesia dan dapat segera beroperasi.

Sumber : Antara