Ini Penyebab Seringnya UMKM Mati Suri

Dekan FTI UII Profesor Hari Purnomo menyampaikan pemaparan dalam diskusi terkait peningkatan produktivitas usaha kecil, Senin (21/10/2019). - Ist/FTI UII.
23 Oktober 2019 07:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kalangan akademisi mengidentifikasi pemasaran masih menjadi kendala tersendiri bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Beberapa UMKM yang tidak bisa berkembang bahkan mati suri karena terkendala pasar meski pun sudah mampu menghasilkan produk. Hal itu terungkap dalam diskusi Peningkatan Produktivitas Usaha Koperasi/Sentra Usaha Mikro Industri Kreatif dalam rangka Kerja Sama Kemitraan Bidang Kerajinan di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII).

Dekan FTI UII Profesor Hari Purnomo menilai, salah satu kendala UMKM yaitu melakukan pemasaran. Padahal pemasaran menjadi ujung tombak untuk menjadikan produk laku di pasaran dan usaha tetap bertahan agar tidak mati suri. Ia meyakini soal membuat produk, pelaku UMKM di DIY sangat mahir, namun kurang maksimal di pemasaran akibatnya produk tersebut tidak laku di pasaran.

"Kalau membuat produk pintar, banyak kerajinan yang dibuat. Desain produk sebagian besar mahir membuat tetapi saat menjual tidak bisa, padahal paling utama dari UMKM adalah bagaimana mendapatkan uang. Ada yang hampir punah, semua karena kesulitan pemasaran," kata Hari dalam rilis kepada Harianjogja.com, Selasa (22/10/2019.

Ia mengatakan, semua pihak harus mengupayakan terkait persoalan pemasaran dengan membuat jaringan yang kuat hingga sampai luar negeri. Menurutnya, kondisi saat ini seringkali UMKM dilepas setelah diberikan pembinaan. Melalui pusat studi yang berada di FTI UII, pihaknya siap memberikan pendampingan dalam rangka pemasaran tersebut.

“Ini butuh sinergi semua pihak, terutama dari kami perguruan tinggi bisa membantu dari aspek teknologi untuk menekan biasaya produksi, membuatkan desain pemasaran yang lebih bagus dan mengembangkannya secara online,” ujarnya.

Ketua Pusat Studi Desain Jewellery Teknik Mesin FTI UII Paryana Puspaputera menambahkan sejalan dengan upaya meningkatkan pemasaran UMKM, pihaknya bersama Kementerian Koperasi dan UKM telah menggelar diskusi di Kampus UII pada Senin (21/10/2019) lalu. Sebanyak 32 perwakilan UMKM hadir dalam kegiatan tersebut dengan mendiskusikan berbagai kendala yang dihadapi. “[Diskusi] Ini dalam rangka meningkatkan produktivitas usaha seperti koperasi, usaha mikro, industri kreatif terutama untuk kerja sama kemitraan bidang kerajinan,” katanya.