OJK Cabut Izin 9 BPR dan BPRS Sepanjang 2026, Ini Daftarnya
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA-- Hujan sudah mengguyur sebagian wilayah DIY pada Kamis (31/10/2019) hingga Jumat (1/11/2019).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogja menyatakan Daerah Istimewa Yogyakarta belum memasuki musim hujan meski hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mulai turun di sebagian wilayah pada Jumat (1/11/2019) dini hari.
"Hujan hari ini belum bisa dikatakan masuk musim hujan karena wilayah DIY sendiri waktu awal musim hujannya berbeda-beda dan bertahap," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Etik Setyaningrum di Jogja, Jumat.
Menurut Etik, suatu wilayah dikatakan sudah memasuki musim hujan apabila curah hujannya telah mencapai 50 milimeter (mm) lebih dalam satu dasarian (10 hari) dan kondisi itu bertahan dua dasarian berikutnya secara berturut-turut.
Ia mengatakan awal musim hujan 2019--2020 di Daerah Istimewa Yogyakarta umumnya terjadi pada November. Meski demikian, bila dibandingkan dengan kondisi normalnya, maka awal musim hujan tahun ini mundur 10 sampai 20 hari.
Menurut prakiraan BMKG, musim hujan akan datang secara bertahap di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, dimulai dari wilayah Kabupaten Kulonprogo bagian utara dan Sleman bagian barat.
"Puncak musim hujan diprediksi terjadi di bulan Januari sampai Februari 2020," kata Etik.
Berdasarkan pantauan radar BMKG pada pukul 03.50 WIB hujan dengan intensitas ringan hingga sedang turun di beberapa bagian Daerah Istimewa Yogyakarta seperti Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak, Ngaglik, Sayegan, Prambanan, dan Kalasan di Sleman.
Hujan juga turun di Temon, Kokap, Wates, Panjatan, Galur, Lendah, Sentolo, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, dan Kalibawang di Kulon Progo; Sedayu, Piyungan, dan Dlingo di Bantul; serta Patuk dan Playen di Gunung Kidul.
Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta Sigit Hadi Prakosa mengatakan hujan di sebagian wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (31/10) malam dan Jumat dini hari dipengaruhi oleh adanya gangguan cuaca berupa fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).
"Selain karena sudah memasuki pancaroba juga karena pengaruh MJO," kata Sigit, menambahkan MJO berpotensi mempengaruhi turunnya hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta beberapa hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Mohammad Zaki Ubaidillah gagal melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah kalah dari Justin Hoh dalam duel tiga gim di Taipei Arena, Taiwan.
Masih sering memikirkan mantan setelah putus? Psikologi menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan ikatan emosional yang tidak langsung hilang saat hub
Membincang perekonomian sirkuler berarti membicarakan optimalisasi bahan bekas pakai menjadi bentuk lain yang bernilai dan bermanfaat.
Fitur Shared Chat Claude AI sempat menjadi sorotan setelah sejumlah tautan percakapan muncul di hasil pencarian Google. Simak cara memeriksa dan mengamankan cha
Mitchell Baker masuk daftar top skor sementara Piala AFF 2026 setelah mencetak hattrick pada debutnya bersama Timnas Indonesia. Ia bersaing dengan Paulo Josue d