Bondan "Jin dan Jun" Ajak Warga Kulonprogo Berhenti Merokok

Aktor Fuad Baradja yang kini menjadi terapis berhenti merokok sedang menerapi salah satu petugas Puskesmas Temon II. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
15 November 2019 02:57 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - UPTD Puskesmas Temon II menggalang komitmen lintas sektor untuk dapat mengendalikan penyakit tidak menular (PTM) dengan berhenti merokok, pada Kamis (14/11/2019).

Tak tanggung-tanggung, dalam agenda tahunan ini, UPTD Puskesmas Temon II menggandeng Komisi Nasional Pengendalian Tembakau yang diwakili oleh aktor senior Fuad Baradja. Tokoh tersebut kini menjadi terapis bagi perokok yang ingin berhenti merokok.

Dalam paparannya, ia menyebutkan fenomena merokok sudah menjangkiti semua kalangan, bahkan sampai balita. "Anak-anak itu sudah banyak yang merokok. Biasanya itu karena orang tuanya ada yang merokok. Mereka itu meniru," kata pemeran Bondan dalam serial Jin dan Jun ini di aula Resto Gudeg dan Ingkung Mbah Karyo, Pengasih.

Fuad juga menegaskan jika aktivitas merokok berpeluang besar dalam menyebabkan kematian. "Merokok itu menyebabkan penyakit tidak menular, salah satunya kanker. Kanker itu pembunuh paling tinggi," ujarnya.

Ia mengakui jika berhenti dari rokok terbilang sulit, namun bukan berarti tidak mungkin. Buktinya, dirinya yang sempat merokok selama 11 tahun akhirnya bisa berhenti total dan memilih mengajak orang lain untuk turut serta berhenti merokok.

Selain Fuad, agenda ini juga diisi oleh dr. Oryzati Hilman dari Klinik Pratama Firdaus yang menerapkan teknik Spiritual Emotional Freedom Techniq (SEFT) untuk pasien terapi berhenti merokok. Ia memaparkan mengenai PTM degeneratif sebagai dampak dari rokok.

"Dulu PTM itu dialami orang tua, tapi sekarang usia 20-30 tahun sudah pada kena PTM. Masalahnya, rata-rata nggak terdeteksi, tahu-tahu komplikasi. Makanya ini jadi penyumbang kematian terbesar," kata Oryzati.

Untuk menangani PTM, kata dia, puskesmas bisa membimbing desa untuk membangun Posbindu PTM (Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) di desa-desa binaan. "Sebab faktor risiko PTM itu banyak sekali, mulai dari kecanduan rokok, tidak makan buah dan sayur, tidak berolahraga, dan sebagainya. Jadi PTM itu perlu dicegah lewat Posbindu," katanya.

Ditemui sesuai kegiatan, Kepala Puskesmas Temon II dr. Isti Alfradiantina, agenda ini digelar dalam rangka penguatan komitmen lintas sektor di wilayah kerja Puskesmas Temon II terkait 5 program prioritas pembangunan nasional. Kelima program itu ialah menurunkan angka kematian ibu, prenatal, dan balita; menurunkan penyakit tidak menular; menanggulangi stunting; memberantas TBC; serta meningkatkan cakupan dan mutu imunisasi.

"Dari kelima program itu, hari ini kami fokuskan ke penurunan penyakit tidak menular, dengan fokus berhenti merokok. Data kecamatan itu sementara masih ada 52% perokok di Temon, kurang Desa Kebonrejo masih diproses datanya," ujarnya. Angka ini menurutnya sudah baik, namun persentasenya tetap lebih banyak angka perokok dibandingkan yang tidak merokok.

Untuk itu, pihaknya membutuhkan kerjasama lintas sektor untuk bisa menyadarkan masyarakat bahwa penyakit tidak menular bisa disebabkan karena kecanduan rokok. Agenda ini dihadiri oleh pemangku kepentingan di wilayah Kecamatan Temon Barat, antara lain Desa Jangkaran, Sindutan, Palihan, Glagah, Kebonrejo, Janten, dan Karangwuluh.