PNS, Pengusaha hingga Kontraktor Ikut Ramaikan Bursa Cawabup Kulonprogo Lewat PDIP

Kepala Bappeda Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki bersepeda meninggalkan Panti Marhaen, DPC PDIP Kulonprogo, Jalan Tobanan, Dusun Dayakan, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Jumat (15/11/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
16 November 2019 01:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kulonprogo Agus Langgeng Basuki, meramaikan bursa calon wakil bupati Kulonprogo sisa masa jabatan 2019-2022.

Mengendarai sepeda lipat, pria yang biasa disapa Langgeng ini datang ke Sekretariat Bersama (Sekber) Penjaringan Cawabup Kulonprogo, Panti Marhaen, DPC PDIP Kulonprogo, Jalan Tobanan, Dusun Dayakan, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Jumat (15/11/2019) siang untuk mengambil formulir pendaftaran cawabup.

"Akhir-akhir ini Kulonprogo punya program besar. Kami tertarik bisa mempercepat terwujudnya program yang sudah berjalan maupun yang akan berjalan, atau dulu yang sudah dilakukan kepala daerah sebelumnya, termasuk oleh Hasto-Tedjo. Dengan bekal pengalaman dan kemampuan saya, saya pengen mengabdi untuk Kulonprogo," kata Langgeng kepada awak media usai pengambilan formulir pendaftaran, Jumat siang.

Keinginan mendaftar wabup itu lanjutnya muncul pasca DPRD Kulonprogo mengumumkan kekosongan wabup dalam rapat paripurna Senin (11/11/2019) lalu. Untuk memuluskan langkahnya, Langgeng akan segera membangun komunikasi dengan partai pengusung Hasto-Tedjo dalam Pemilukada 2017 lalu. "Kami bahkan sudah ada tagline yaitu #ALBMengabdiKulonprogo," ujar pria yang kini berdomisili di Yogyakarta ini.

Untuk diketahui Langgeng menjabat sebagai Kepala Bappeda Kulonprogo sejak 2010. Dia akan pensiun pada September 2021 mendatang. Sebelum di Bappeda, Langgeng pernah jadi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonpogo medio 2005-2010. Awal kariernya di lingkungan Pemkab Kulonprogo dimulai pada 1989 silam.

Di hari yang sama, dua sosok lain turut mengambil formulir pendaftaran cawabup. Mereka yaitu Bambang Ratmaka dan Sumanto. Keduanya merupakan kader PDIP dengan latar belakang berbeda. Bambang, adalah pengusaha asal Kecamatan Pengasih, sementara Sumanto, kontraktor asal Kecamatan Nanggulan.

"Dengan menjadi wabup bisa jadi media untuk berjuang memajukan Kulonprogo. Saya memang bertekad untuk mengabdi kepada daerah ini," ujar Bambang.

Hal senada disampaikan Sumanto. Di samping itu pria asal Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan ini juga ingin membuktikan bahwa orang kecil juga mampu berkompetisi memperebutkan jabatan Wabup. "Saya ingin ramaikan kontestasi ini dan membuktikan jika orang juga bisa," ucapnya.

Hadirnya Langgeng, Bambang dan Sumanto kian memeriahkan bursa cawabup Kulonprogo. Sebelumnya Direktur Utama PDAM Tirta Binangun, Jumantoro dan Mantan Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana telah melakukan pengambilan formulir pendaftaran cawabup.

Ketua DPRD Kulonprogo yang juga merupakan Bendahara Sekber Penjaringan Cawabup, Akhid Nuryati, mengaku senang dengan banyaknya peminat jabatan wabup. Ini menunjukkan bahwa warga Kulonprogo punya antusias tinggi untuk memajukan daerah ini.

"Banyaknya bakal cawabup ini nantinya kita punya pilihan seperti apa sosok figur yang pantas jadi wabup. Yang jelas saya senang karena antusias masyarakat Kulonprogo untuk mengambdi kepada Kulonprogo itu tinggi meski masa jabatan wabup hanya sampai 2022," ujarnya.

Akhid menjelaskan pengembalian formulir pendaftaran cawabup maksimal pada 17 November. Setelah berkas diterima, parpol pengusung Hasto-Tedjo akan melakukan perundingan hingga mengerucutkan dua nama sebagai calon tetap. Dalam proses itu turut melibatkan KPU Kulonprogo. Jawatan itu bertugas menelusuri latar belakang calon.

"Seleksi ini mekanismenya sesuai tata tertib dewan yang mengacu Peraturan Pemerintah No 12/2018. Kita targetkan sebelum 25 Desember 2019 selesai. Kami sudah gelar rapat koordinasi dengan kawan-kawan, bahwa pengisian wabup harus dilakukan secara baik dan cermat," ujarnya.