Memotivasi Pelaku UKM Lewat Galang UKM

Para pemilik UKM di Kulonprogo yang mendapat penghargaan dari Markplus Institute berfoto bersama, Selasa (26/11/2019).-Harian Jogja - Lajeng Padmaratri
02 Desember 2019 17:07 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Upaya peningkatan kualitas usaha kecil dan menengah (UKM) di Kulonprogo terus digalakkan oleh Pemkab Kulonprogo dengan berbagai pihak. Salah satunya lewat agenda bertajuk Galang UKM.

MarkPlus, Inc., melalui MarkPlus Institute bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Republik Indonesia, serta International Council for Small Business (ICSB) Indonesia menggelar Galang UKM Indonesia 2019 pada Selasa (26/11/2019) di Aula Adikarto, Gedung Kaca kompleks Pemkab Kulonprogo.

Kegiatan Galang UKM Indonesia 2019 terdiri dari tiga rangkaian agenda utama, yakni penghargaan, seminar UKM, serta pameran UKM.

Perwakilan dari Kementerian KUKM dan ICSB, Danu Shofwan, berharap agenda Galang UKM bisa memajukan UKM di Kulonprogo. "Terima kasih Pemkab Kulonprogo sudah mendukung agenda ini untuk memberi support bagi UKM di Kulonprogo. Sejak tahun lalu, Kulonprogo menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Galang UKM," kata Danu.

Ia juga mengapresiasi 10 pelaku UKM di Kulonprogo yang telah lolos kurasi Galang UKM. "Ada 50 lebih pendaftar online dari wilayah Kulonprogo dan DIY, hanya diambil 10 UKM terbaik yang mewakili Kulonprogo," katanya.

Pebisnis Radja Cendol ini merinci kesepuluh UKM terbaik itu, antara lain Jogjavanesia, Adana Gula Semut, Cokelat Makaryo, Wondis Cokelat, Goniku, Moa & Co, Jamtra, Kirei Natural, Sekar Langit Batik, serta Sembung Batik. Kesepuluh UKM ini juga turut serta di Pameran UKM di halaman kompleks Pemkab Kulonprogo bersama UKM lain dari 12 kecamatan di Kulonprogo.

Bupati Kulonprogo Sutedjo juga mengapresiasi kegiatan yang bisa mengembangkan potensi UKM di Kulonprogo ini. Bersamaan dengan kesempatan ini pula pihaknya merilis produk lokal, yaitu UMKM Menoreh Tarupeni, Tasbih Sarung Kemuning, dan hiasan Garuda dari bahan kayu kemuning.
Menurutnya, seluruh potensi dari alam di Kulonprogo bisa menjadi potensi UKM. "Kita perlu lihat pasar dulu saat membuat produk, jangan mengeluarkan produk baru cari pasar. Ini yang perlu dicatat para pelaku UKM," kata Sutedjo.

Pelaksana Tugas Sementara General Manager Yogyakarta International Airport Agus Pandu Purnama menyebutkan pihaknya sudah menyediakan 1.550 meter persegi untuk menampilkan produk UKM. "Saya rasa ini sangat cukup menampung 300-an UKM, biasanya kan hanya 20 meter persegi, ya," kata dia.