Gerindra DIY Siap Saring Bakal Calon Bupati Bantul

Ilustrasi - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
11 Desember 2019 07:47 WIB Kiki Luqman Hakim (ST 16) & Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dewan Pimpinan Cabang‎ (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bantul secara resmi menyerahkan berkas administrasi Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Bantul kepada DPD Partai Gerindra DIY, Selasa (10/12/2019).

Sekretaris DPC Partai Gerindra Bantul sekaligus Ketua Tim 11 (Tim Penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati Bantul), Darwinto, mengatakan berkas administrasi dari lima kandidat yang diserahkan yakni Suharsono, Dewata Eka Putra, Nur Rakhmat, Mahmud Ardi Widanto dan Setiya, semuanya dinyatakan memenuhi syarat termasuk visi misi yang disampaikan sudah sesuai dengan visi-misi untuk memajukan Bantul dengan mengacu visi misi Gubernur DIY sekaligus visi misi Partai Gerindra.

"Setelah visi misi dan berkas administrasi memenuhi syarat maka kami serahkan ke DPD Gerindra DIY untuk disaring," ujar Darwinto, Selasa.

DPC Gerindra Bantul berencana membuat survei untuk mengetahui tingkat elektabilitas masing-masing kandidat sehingga dasar survei itu bisa menjadi masukan bagi DPD Gerindra DIY dalam proses penyaringan kandidat.

Sekretaris DPD Gerindra DIY yang juga Ketua Tim 9 (Tim Penyaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati DPD Gerindra DIY), Dharma Setiawan, mengungkapkan jajarannya bakal menyaring kandidat yang memang layak untuk dicalonkan dalam Pilkada 2020. "Tentu ada fit and proper test kepada kandidat," katanya.

DPD Gerindra DIY akan mengusulkan tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati kepada DPP Gerindra untuk dipilih maju dalam Pilkada di Bantul. "Siapa kandidat paslon yang nantinya mendapatkan rekomendasi pasti tidak jauh dari rekomendasi yang kami ajukan ke Pusat," katanya.

 RPP Digital

Untuk menaikkan angka partisipasi pemilih, KPU DIY meluncurkan Rumah Pintar Pemilu Digital atau e-RPP di Hotel Grand Inna Malioboro, Selasa.

Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, menjelaskan selama ini konsep RPP hanya bangunan fisik di setiap KPU dengan sasaran kunjungan. Agar lebih mudah diakses tanpa perlu datang, KPU meluncurkan versi digital. Aplikasi e-RPP ini bisa diakses mulai 2020.

“Dengan aplikasi digital masyarakat lebih mudah untuk mengakses informasi tentang pemilu, meski pun tahun pemilu sudah selesai tetapi masih ada pilkada, ini juga sebagai media untuk pendidikan pemilih,” ucapnya di sela-sela peluncuran.

Ia mengakui keberadaan e-RPP diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pemilu. Tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberikan hak suaranya tetapi juga menjadi penyelenggara pemilu. Salah satunya terkait pelaksanaan Pilkada DIY yang sebentar lagi akan merekrut pengurus KPPS. Melalui e-RPP diharapkan banyak warga yang mendaftar untuk ikut terlibat sebagai penyelenggara.

“RPP digital ini harapannya diakses banyak orang, launching ini bagian dari kampanye KPU DIY, ini lho ada informasi yang disediakan untuk masyarakat selain di website. Harapannya orang tahu tentang KPU, pentingnya pemilu, kemudian berpartisipasi tidak hanya sebagai pemilih tetapi juga dalam hal lain seperti ikut terjun sebagai penyelenggara,” katanya.

Komisioner KPU DIY, Ahmad Shidqi, menambahkan pada 2019 ini e-RPP memang belum bisa diakses lewat ponsel meski dari segi aplikasi sudah sangat aplikatif untuk diterapkan di android. Rencananya realisasi di android akan dilakukan di 2020 mendatang