2 Hari, Ratusan Pohon di Seluruh DIY Tumbang Timpa Rumah & Tutup Jalan

Pohon sambi yang terletak di Jl Semin-Karangmojo tepatnya di Padukuhan Gebang, Desa Kalitekuk, Kecamatan Semin pada Sabtu (4/1/2020) pagi, roboh menimpa mobil wisatawan. - Ist/Polsek Semin
06 Januari 2020 06:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah DIY selama dua hari terakhir menyebabkan ratusan pohon tumbang menimpa rumah hingga menutup jalan.

Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana, mengatakan di Kabupaten Sleman ada enam kecamatan terdampak hujan dan angin: meliputi Minggir, Godean, Sleman, Moyudan, Gamping dan Tempel. Pohon tumbang di sembilan, menimpa dua rumah, empat jaringan listrik, menutup jalan serta menimpa satu tempat usaha. Di Sleman juga ada satu titik longsor.

"Kami imbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, petugas juga tetap siaga, karena sesuai rekomendasi BMKG cuaca ekstrem bakal berlangsung sampai Selasa [7/1/2019]," kata Biwara, Minggu (5/1/2019).

Di Gunungkidul, hujan deras melanda lima kecamatan meliputi Playen, Wonosari, Patuk, Karangmojo dan Tanjungsari. Sebanyak 16 pohon tumbang menutup jalan di tujuh titik dan menimpa rumah tiga unit. Akibat hujan deras dan angin kencang di Gunungkidul pohon tumbang menimpa gedung sekolah, kandang, jaringan listrik dan baliho. Tanah longsor juga terjadi di satu titik.

"Di Kulonprogo, wilayah yang terdampak ada di Pengasih, Sentolo, Kokap, Kalibawang, Galur, Wates, Panjatan, Temon, dengan jumlah total 89 kejadian pohon tumbang yang berdampak pada 49 unit rumah dan ada satu korban luka. Pohon tumbang juga menimpa gedung sekolah dan fasilitas umum," katanya.

Di Kota Jogja, talut Sungai Winongo longsor, sementara satu pohon tumbang. Dampak hujan deras di Bantul menyasar 15 kecamatan masing-masing di Dlingo, Kretek, Piyungan, Bantul, Pandak, Bambanglipuro, Pajangan, Pundong, Sedayu, Kasihan, Imogiri, Jetis, Banguntapan, Sewon dan Srandakan. Total ada 66 kejadian pohon tumbang dan tanah longsor ada empat titik.

"Di Bantul, pohon tumbang menimpa 23 rumah, menutup jalan di 22 titik, merusak 12 jaringan listrik dan menimpa tempat usaha, tempat ibadah, kandang, rumah hingga kendaraan," katanya.

Dampak bencana hidrometeorologi tersebut sudah ditangani berbagai pihak sehingga tidak sampai menutup akses warga. "Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan berbagai unsur dari [ BPBD] provinsi, BPBD Kabupaten kota, relawan, komunitas, PMI, TNI dan Polri," ujarnya.

BPBD DIY, menurut Biwara, menyiapkan berbagai logistik untuk menghadapi dampak bencana hidrometeorologi. "Masyarakat yang tinggal di titik rawan seperti rawan longsor kami imbau untuk waspada, jika hujan deras turun dalam waktu lama sebaiknya untuk menghindari titik rawan [longsor]," ujarnya.

Sebelumnya, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, menyatakan Pemda DIY menyiapkan anggaran Rp10 miliar yang merupakan sisa lebih penggunaan anggaran dari bantuan untuk kebencanaan APBN 2019. Dana ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan sejumlah perbaikan jika ada terdampak bencana bencana.