Waspada! Hujan Lebat, Kilat & Angin Kencang Melanda DIY Pekan Ini

Ilustrasi angin kencang. - JIBI
06 Januari 2020 14:57 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - DIY menjadi salah satu daerah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem dan curah hujan lebat disertai kilat pada pekan ini.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi di 33 provinsi di Indonesia dari 5-12  Januari 2020. Selain hujan lebat, gelombang tinggi juga berpeluang melanda sejumlah perairan di Nusantara.

“Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia untuk sepekan ke depan,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG R. Mulyono R. Prabowo, dalam keterangan tertulis, Senin (6/1/2020).

Berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) dan meningkatnya pola Tekanan Rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) mengindikasikan terjadinya peningkatan aktifitas Monsun Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia.Banjir

BMKG menjelaskan, meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator.

Sementara itu berdasarkan model prediksi, aktifitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah diprediksikan mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan ke depan, kondisi ini tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah sebagai berikut ini:

Periode 5-8 Januari 2020 :

Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.Banjir

Periode 9-12 Januari 2020 :

Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Gelombang Tinggi

Sementara potensi ketinggian gelombang laut di wilayah Indonesia hingga mencapai lebih dari 2,5 meter dapat terjadi di beberapa wilayah perairan sebagai berikut untuk sepekan ke depan:

Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, perairan utara Kepuluan Anambas-Kepulauan Natuna, perairan selatan Jawa Barat hingga Sumba, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, perairan Pulau Sawu-Rote, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, dan Laut Banda.

Perairan Kepulauan Kai-Aru, Laut Sulawesi bagian timur, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan Halmahera bagian utara, perairan Pulau Morotai, perairan timur Pulau Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. Selain itu, kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada,” imbau BMKG.

Sumber : Okezone.com