Senam Bersama Ribuan Warga Buka Festival Mustika Rasa di Alkid
Ribuan warga mengikuti senam bersama di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Mustika Rasa 2026
Regita Rahma Maharatri dan Ilham Fazri/Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Mahasiswa Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih gold medal pada International Science Technology and Engineering Competition (ISTEC) 2020 yang digelar 13-16 Januari 2020 lalu di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Jawa Barat.
ISTEC merupakan ajang kompetisi internasional di bidang sains, teknologi dan teknik dengan peserta mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi dari seluruh dunia, yang diselenggarakan oleh Bandung Creative Society berkolaborasi dengan Indonesian Young Scientist Association. ISTEC 2020 diikuti oleh 338 peserta, yang terbagi dalam 179 tim dan berasal dari 14 negara.
Tim Mahasiswa UGM yang terdiri dari Regita Rahma Maharatri (Ilmu Keperawatan FK-KMK 2017) dan Ilham Fazri (Elektronika dan Instrumentasi FMIPA 2018) berhasil meraih gold medal pada kategori teknologi. Regita dan tim mengusung inovasi Spherotec (Smart Portable Peripheral Neuropathy Diabeticum Screening Tool).
Spherotec adalah perangkat portabel terdiri dari berbagai sensor yang terhubung dengan aplikasi smartphone untuk mendeteksi neuropati perifer secara dini pada penderita diabetes melitus yang kemudian akan diklasifikasikan risikonya dari 0-3 sesuai dengan data International Diabetes Federation (IDF).
Spherotec bertujuan mencegah terjadinya ulkus kaki diabetikum yang mampu mengarah pada Lower Extremity Amputation (LEA). Selain itu, dalam Spherotec juga disematkan fitur edukasi sesuai dengan tingkat risiko yang diperoleh untuk mencegah risiko menjadi semakin lebih tinggi. Harapannya, dengan adanya Spherotec mampu meningkatkan kesadaran serta mempertahankan kualitas hidup penderita diabetes melitus.
“Saat ini 463 juta orang menderita diabetes dan IDF memprediksi angka ini akan terus meningkat hingga 51 persen atau sekitar 700 juta orang pada 2045”, kata Regita, Kamis (23/1). Ia juga menambahkan diabetic peripheral neuropathy merupakan komplikasi yang paling sering dijumpai pada penderita diabetes melitus, sehingga apabila tidak dilakukan pemeriksaan secara dini, neuropathy peripher ini akan berkembang menjadi ulkus kaki dan dapat mengarah pada LEA.
"Saat ini perkembangan dan inovasi IT sangat berkembang, sehingga kami ingin berinovasi membuat alat atau screening tool yang lebih efisien dan terintegrasi. Setelah dilakukan pemeriksaan dan muncul hasilnya pun harapannya dapat diberikan tindak lanjut berupa edukasi. Hal ini dilakukan agar risiko neuropathy peripher tidak terus meningkat. Harapannya inovasi alat ini bisa sampai produksi dan industri. Akan tetapi memang harus melalui beberapa tahap yang cukup panjang, seperti trial and eror, expert review dan lain sebagainya,” kata dia.
Dalam proses perlombaan ini, Regita dan tim juga menemui beberapa tantangan, salah satunya adalah komunikasi antartim. Hal ini terjadi karena keduanya berasal dari fakultas yang berbeda. Selain itu juga waktu perlombaan yang berada pada libur semester, sehingga sulit untuk bertemu secara langsung. Akan tetapi hal ini bisa diatasi dengan komunikasi via online.
Tak hanya itu, berkat bimbingan dari dosen pembimbing, Anggi Lukman Wicaksana, proses persiapan lomba berjalan dengan baik.
Regita juga menceritakan pengalaman yang paling berharga bagi mereka adalah dapat menambah relasi dengan berbagai peserta yang berasal dari mancanegara juga menambah wawasan karena terdapat banyak inovasi menarik yang dibawakan oleh tim peserta lain.
“Kita sebagai mahasiswa harus berwawasan luas dan berinovasi terutama bidang IT. Seringlah baca literatur dan mengasah kemampuan masing-masing. Juga tentunya tetap menjalin hubungan baik dengan dosen, karena beliau adalah guru-guru kita," pungkas Regita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ribuan warga mengikuti senam bersama di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Mustika Rasa 2026
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 30 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 30 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jangan mudah tergiur game cuan dan bonus besar. Simak 6 cara mengecek legalitas, keamanan data, bonus, reputasi, dan penarikan dana.