PSIM Pinjam SSA, Pemkot Harus Ikut Tanggung jawab

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (kanan) bersalaman dengan Kabid Olahraga Disdikpora Bantul, Joko Sutono di Parasamya, kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Selasa (28/1/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
28 Januari 2020 17:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Lantaran Stadion Mandala Krida tengah disiapkan sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20, PSIM Jogja kembali harus boyongan ke Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul. Catatan kelam suporter Laskar Mataram membuat Pemkot Jogja diwanti-wanti untuk ikut bertanggung jawab perihal keamanan.

Wali Kota Jogja sekaligus Pembina PSIM Jogja Haryadi Suyuti mengatakan Stadion Mandala Krida terpilih jadi salah satu stadion di Indonesia yang bakal digunakan sebagai ajang penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Selain Mandala Krida, stadion lain yang digunakan sebagai venue ajang tersebut adalah Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Manahan (Solo), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali), dan Stadion Pakansari (Bogor).

"Itulah sebabnya, kami minta izin Bupati Bantul agar kami dapat menggunakan SSA untuk jadi home base PSIM dalam mengarungi Liga 2 tahun ini," kata Haryadi, seusai menemui Bupati Bantul Suharsono di Parasamya, kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Selasa (28/1/2020).

Selain Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti, pertemuan itu dihadiri pula oleh Komisaris PT PSIM Jaya Iriantoko Cahyo Dumadi, Sekretaris PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa, dan pengelola SSA Bagus Nur Edy Wijaya.

Dalam pertemuan tersebut, kata Haryadi, Bupati tidak mempermasalahkan jika SSA digunakan PSIM selama tahun ini. Suharsono hanya meminta agar Pemkot Jogja ikut bertanggung jawab dalam menjaga keamanan, terutama selama penyelenggaraan Liga 2.

Terlebih suporter PSIM memiliki catatan kelam soal kerusuhan. Sekedar diketahui kerusuhan suporter PSIM dan PSS Sleman terjadi di SSA Bantul pada Juli 2018 lalu yang mengakibatkan satu orang tewas. Kerusuhan suporter PSIM juga terjadi saat menjamu Persis Solo di Stadion Mandala Krida pada Oktober 2019 hingga menyebabkan sejumlah kendaraan rusak. "Kami jamin keamanan, belajar dari pengalaman teman-teman yang mendukung tim kami harap jaga keamanan dan kenyamanan. Kalau menonton sepak bola ya menonton, jangan rusuh, " ujar Haryadi.