Gerbang Samudraraksa Akan Dibangun di Kalibawang & Bakal Jadi Ikon Baru DIY

Wisatawan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. - Harian Jogja/Nina Atmasari
03 Februari 2020 06:47 WIB Abdul Hamied Razak Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pemerintah akan membangun Gerbang Klangon (Samudraraksa) di Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo. Proyek itu merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Srategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dan digadang-gadang jadi ikon baru wisata DIY.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Kawasan Permukiman Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY, Fery Yuliatna mengatakan pembangunan Gerbang Klangon merupakan satu dari empat gerbang yang dibangun tahun ini. Gerbang Klangon akan membutuhkan anggaran sebesar Rp27 miliar.

Model gerbang yang dibangun, kata Fery, bukan seperti gerbang pada umumnya. Desain gerbang yang akan dibangun berbentuk ombak dan perahu atau Samudraraksa. Desain ini diambil dari salah satu relief di Candi Borobudur. "Nanti tulisannya wellcome to Borobudur, jaraknya dengan Borobudur sekitar lima kilometer atau sekitar 15 menit perjalannya," katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (2/2/2020).

Adapun, tiga gerbang lainnya dibangun di wilayah Jawa Tengah. Meliputi Gerbang Patung Singa di wilayah Keprekan Palbapang, Mungkid, Magelang. Gerbang Patung Kalpataru Blondo Mungkid, Kembanglimus sebagai pintu masuk Candi Borobudur dan Patung Gajah, yang semuanya diambil dari relife Candi Borobudur.

Untuk pembangunan Gerbang Klangon, katanya, dibutuhkan lahan sekitar 7.000 meter persegi. Kebutuhan tanahnya dalam proses pembebasan lahan. Terdapat sekitar 11 kaveling yang dibebaskan. Sebagian tanah milik warga lainnya tanah kas desa. "Lokasinya dekat dengan Kali Progo perbatasan DIY dan Jateng. Kami berharap sebelum ke Borobudur wisatawan bisa singgah di lokasi ini," katanya.

Dijelaskan Fery, Gerbang Klangon ini akan menjadi rest area. Di lokasi ini nantiya dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kafe/resto, tempat parkir, photo booth, deck view point, dan musala untuk mendukung wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Borobudur dan sekitarnya. "Di sana juga akan dilengkapi dengan photo booth untuk selfie karena pemandangannya juga bagus, lihat sunset dan sebagainya," katanya.

Pembangunan gerbang tersebut juga akan diimbangi dengan perluasan jalan baik dari Kulonprogo ke Magelang maupun sebaliknya. Dari sebelumnya lebar jalan hanya 14 meter (empat lajur) akan diperluas menjadi 18 meter (enam lajur). Hanya saja, katanya, perluasan akses jalan dilakukan oleh Bina Marga. "Jika Gerbang Klangon selesai dibangun, pengelolaannya akan diserahkan ke Pemkab Kulonprogo," katanya.

Fery menjelaskan pengembangan KSPN Borobudur dan sekitarnya itu sesuai dengan PP No.3/2016 di mana pemerintah menetapkan 10 KSPN yang akan menjadi "Bali Baru". Pengembangan konektivitas yang dilakukan saat ini, lanjut Fery, bertujuan agar akses menuju lokasi-lokasi wisata di kawasan Borobudur mudah dicapai dan mampu mengundang banyak wisatawan mancanegara maupun domestik.

"Meskipun banyak turis ke Borobudur, tetapi untuk menginap mereka memilih di Jogja dan Sleman. Makanya akses dan konektivitasnya diperbaiki," kata Fery.