Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 2 November, Tarif Mulai Rp12.000
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 2 November 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti saat diwawancarai wartawan seusai bersaksi di sidang korupsi proyek SAH Supomo di Pengadilan Tipikor Jogja, Selasa (26/2/2020).-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Haryadi Suyuti tak lagi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar DIY karena ingin fokus pada jabatannya di pemerintahan sebagai Wali Kota Jogja. Namun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Airlangga Hartarto akan memberikan tugas khusus kepada Haryadi.
Kepemimpinan baru DPD I Golkar DIY akan segera membentuk tim untuk persiapan Pilkada di tiga kabupaten di DIY.
Politikus Golkar DIY Haryadi Suyuti menyatakan pihaknya tidak maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar DIY karena akan fokus pada penyelesaian jabatannya sebagai Wali Kota Jogja yang tersisa dua tahun tiga bulan. Ia tetap memberikan dukungan penuh kepada Golkar dan berharap melalui Musda X ini menjadi momentum untuk Golkar semakin lebih baik ke depannya.
“Yang jelas, saya ingin lebih konsentrasi pada dua tahun, tiga bulan masa jabatan saya sebagai Wali Kota Jogja dan tidak maju [sebagai calon ketua DPD] bukan berarti tidak berkomitmen terhadap Golkar. [Meski pun tidak jadi Ketua DPD I] Saya tetap kuning [Golkar] ya, saya akan mendukung penuh kepengurusan DPD Partai Golkar DIY harus maju dan berkembang, saya siap mendukung tidak hanya DPD I,” katanya di sela-sela Musda X di Hotel Saphir, Jogja, Rabu (4/3/2020).
Beberapa bulan sebelum pelaksanaan Musda X Golkar DIY sejumlah kelompok yang mengatasnamakan pemuda dari Partai Golkar sempat mendesak Haryadi, agar mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPD I Golkar DIY. Haryadi dinilai gagal mengawaki Golkar DIY karena terjadi penurunan drastis perolehan kursi legislatif DIY.
Bendara Umum DPP Partai Golkar Dito Ganinduto menyatakan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto telah menyiapkan tugas khusus kepada Haryadi setelah menuntaskan jabatannya sebagai Wali Kota Jogja. DPP Golkar menilai Haryadi adalah kader terbaiknya di daerah sehingga layak mendapatkan penugasa khusus demi pengabdian kepada masyarakat.
“Pak Haryadi ini punya pengalaman yang cukup bagus dan menjadi salah satu kader kami yang terbaik, jadi beliau biar menyelesaikan di sini [sebagai Wali Kota Jogja] setelah itu nanti pasti akan ada penugasan dari Ketua Umum, penugasan khusus untuk pengabdian karena kader kami akan tempatkan maupun di legislatif, sudah mempersiapkan semuanya, habis ini ada penugasan khusus dari Ketua Umum,” ucapnya.
Namun Dito enggan membeberkan bentuk tugas yang akan diberikan, tetapi akan diarahkan sesuai dengan kinerjanya selama ini di pemerintahan. Penugasan khusus itu diberikan karena dinilai memiliki sejumlah prestasi selama menjadi perwakilan kader Golkar di pemerintahan.
“Nanti, nanti, rahasia, masih dua tahun [Pak Haryadi] biar menyelesaikan di sini [Jogja] dulu. Kalau sudah selesai ada penugasan khusus dari Pak Ketum. Arahnya rahasia, yang jelas sesuai dengan pengalaman dan prestasi kerjanya selama ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 2 November 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Peternak penerima bantuan 600 ayam petelur di Bantul belum meraup untung. Harga pakan tinggi membuat biaya operasional ditutup uang pribadi.
Unisa Yogyakarta mengembangkan MySADARI, aplikasi gratis dengan empat fitur untuk membantu perempuan melakukan deteksi dini kanker payudara.
Kementerian UMKM menyiapkan audit besar-besaran penyaluran KUR Rp300 triliun untuk memperkuat transparansi dan pembiayaan sektor produktif.
DWS sepakat dugaan penyadapan Presiden Prabowo berpotensi mengarah ke makar jika terbukti memenuhi unsur pidana.
Sugiono membuka peluang pertemuan pimpinan partai untuk membahas dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.