Gempa M5,4 Guncang Cilacap, Getarannya Terasa hingga Jogja
Gempa M5,4 mengguncang Cilacap saat salat Jumat. Getaran dirasakan hingga Jogja dan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti saat diwawancarai wartawan seusai bersaksi di sidang korupsi proyek SAH Supomo di Pengadilan Tipikor Jogja, Selasa (26/2/2020).-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Haryadi Suyuti tak lagi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar DIY karena ingin fokus pada jabatannya di pemerintahan sebagai Wali Kota Jogja. Namun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Airlangga Hartarto akan memberikan tugas khusus kepada Haryadi.
Kepemimpinan baru DPD I Golkar DIY akan segera membentuk tim untuk persiapan Pilkada di tiga kabupaten di DIY.
Politikus Golkar DIY Haryadi Suyuti menyatakan pihaknya tidak maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar DIY karena akan fokus pada penyelesaian jabatannya sebagai Wali Kota Jogja yang tersisa dua tahun tiga bulan. Ia tetap memberikan dukungan penuh kepada Golkar dan berharap melalui Musda X ini menjadi momentum untuk Golkar semakin lebih baik ke depannya.
“Yang jelas, saya ingin lebih konsentrasi pada dua tahun, tiga bulan masa jabatan saya sebagai Wali Kota Jogja dan tidak maju [sebagai calon ketua DPD] bukan berarti tidak berkomitmen terhadap Golkar. [Meski pun tidak jadi Ketua DPD I] Saya tetap kuning [Golkar] ya, saya akan mendukung penuh kepengurusan DPD Partai Golkar DIY harus maju dan berkembang, saya siap mendukung tidak hanya DPD I,” katanya di sela-sela Musda X di Hotel Saphir, Jogja, Rabu (4/3/2020).
Beberapa bulan sebelum pelaksanaan Musda X Golkar DIY sejumlah kelompok yang mengatasnamakan pemuda dari Partai Golkar sempat mendesak Haryadi, agar mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPD I Golkar DIY. Haryadi dinilai gagal mengawaki Golkar DIY karena terjadi penurunan drastis perolehan kursi legislatif DIY.
Bendara Umum DPP Partai Golkar Dito Ganinduto menyatakan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto telah menyiapkan tugas khusus kepada Haryadi setelah menuntaskan jabatannya sebagai Wali Kota Jogja. DPP Golkar menilai Haryadi adalah kader terbaiknya di daerah sehingga layak mendapatkan penugasa khusus demi pengabdian kepada masyarakat.
“Pak Haryadi ini punya pengalaman yang cukup bagus dan menjadi salah satu kader kami yang terbaik, jadi beliau biar menyelesaikan di sini [sebagai Wali Kota Jogja] setelah itu nanti pasti akan ada penugasan dari Ketua Umum, penugasan khusus untuk pengabdian karena kader kami akan tempatkan maupun di legislatif, sudah mempersiapkan semuanya, habis ini ada penugasan khusus dari Ketua Umum,” ucapnya.
Namun Dito enggan membeberkan bentuk tugas yang akan diberikan, tetapi akan diarahkan sesuai dengan kinerjanya selama ini di pemerintahan. Penugasan khusus itu diberikan karena dinilai memiliki sejumlah prestasi selama menjadi perwakilan kader Golkar di pemerintahan.
“Nanti, nanti, rahasia, masih dua tahun [Pak Haryadi] biar menyelesaikan di sini [Jogja] dulu. Kalau sudah selesai ada penugasan khusus dari Pak Ketum. Arahnya rahasia, yang jelas sesuai dengan pengalaman dan prestasi kerjanya selama ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M5,4 mengguncang Cilacap saat salat Jumat. Getaran dirasakan hingga Jogja dan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Persebaya bermain imbang 1-1 dengan Bhayangkara FC, sedangkan Persik Kediri kalah 0-1 dari Dewa United pada Super League 2026/2027.
Volkswagen menyetujui tambahan pengurangan 50.000 posisi. Total pekerjaan yang dipangkas hingga 2030 mencapai 100.000 posisi di tengah tekanan industri otomotif
PSIM Jogja ditahan Persita 1-1 dalam lanjutan Super League 2026/2027. Sempat tertinggal, gol A. Purzycki pada menit ke-84 menyelamatkan Laskar Mataram.
Kenali 10 perangkat elektronik yang tetap menyedot listrik saat standby. Simak cara sederhana mengurangi konsumsi listrik dan tagihan bulanan.
Daftar harga mobil hybrid dan PHEV September 2026 di Indonesia. Pilihannya mulai Rp280 jutaan hingga hampir Rp4 miliar.