Polisi Akan Telusuri Driver Ojol Korban Luka Bacok di Kerusuhan Babarsari

Ribuan massa driver ojek online saat pecah kerusuhan di Ring Road Utara, Kamis (5/3/2020)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
05 Maret 2020 19:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Polisi akan mencari tahu ihwal sejumlah driver ojol yang dikabarkan mengalami luka akibat pecah bentrokan antara massa ojol dan sekelompok warga yang diduga debt collector.

"Makanya tadi saya minta dirawat di mana [korban luka]? Siapa korban mereka belum bisa menunjukkan. Saya juga minta teman-teman Reskrim mencari tahu posisi korban yang katanya dibacok," kata Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah, Kamis (5/3/2020) malam.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Harianjogja.com, ada tiga hingga empat orang yang mengalami luka bacok. Hal itu berdasarkan keterangan salah satu driver ojol yang ada di lokasi kejadian.

"Awalnya ojol lewat disikat [oleh sejumlah orang]. Ada tiga sampai empat yang luka bacok," ungkap R, salah satu driver ojol yang meminta namanya dirahasiakan.

Semula kerusuhan dua kelompok massa ini pecah di Ring Road Utara pada Kamis (5/3/2020). Kerusuhan selanjutnya pecah di wilayah Babarsari setelah sejumlah driver ojol yang melintasi wilayah itu diserang sejumlah orang.

Massa driver ojol kemudian berdatangan ke lokasi. Aksi saling serang antara keduanya tak terhindarkan.

Pantauan Harianjogja.com di lokasi kejadian, ratusan polisi dikerahkan ke lokasi. Sebanyak tiga truk pasukan tambahan didrop ke Babarsari.

Polisi akhirnya menutup ruas Jalan Babarsari dan memukul mundur kelompok massa yang diduga debt collector ke arah Jalan Solo.

Polisi berusaha melerai kedua massa dan meminta mereka membubarkan diri.

"Tolong rekan-rekan saya mohon mari kita jaga Sleman Jogja damai. Tolong rekan-rekan di sini bubarkan diri. Kan rekan-rekan semua sudah kami tampung aspirasinya," kata Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah, berupaya menenangkan massa.

Sebelumnya di Ring Road Utara, pengendara ojek online (ojol) dan sejumlah orang yang diduga debt collector terlibat aksi saling lempar batu tepatnya di sebelah timur Polsek Depok Timur, Kamis (5/3/2020) siang.

Puluhan orang berjaket ojol warna hijau dan sekumpulan massa saling melemparkan batu dan mengumpat di tengah jalan. Akibatnya, Ring Road Utara sempat macet dan dipenuhi ketegangan.

Kapolres Sleman Rizky Ferdiansyah mengatakan tawuran tersebut bermula dari kesalahpahaman. Insiden itu juga merupakan rentetan dari penggerudukan ratusan pengendara ojol di salah satu perusahaan leasing yang berada di Jalan Wahid Hasyim, Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman, Rabu (4/3/2020).

Penggerudukan itu mereka lakukan sebagai bentuk solidaritas atas penganiayaan yang dialami salah satu ojol bernama Luthfi Aditya Kusuma, 29, warga Samigaluh, Kulonprogo yang diduga dianiaya oleh sejumlah debt collector (DC) dari perusahaan tersebut, Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kapolres mengatakan perusahaan leasing tersebut berusaha menyelesaikan masalah ini dengan melakukan mediasi di kantor ojol di Ring Road Utara.

“Tetapi karena datangnya di kantor [ojol] dan datang bersama-sama, teman-teman dari ojol menganggap kantor mereka diserang. Mediasi berlangsung di atas, temen-temen mereka [DC] di bawah, dan teman-teman ojol menganggap kantor mereka diserang, padahal enggak,” kata Rizky.