Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, SLEMAN--Polisi membeberkan kasus pembunuhan di sebuah hotel di wilayah Condongcatur (Concat), Depok, Sleman pada Kamis (5/3/2020) dini hari.
Nasib malang dialami SB, warga Wonosobo yang tengah berada di Yogyakarta. Wanita 37 tahun tersebut ditemukan tewas bersimbah darah di Hotel Grand Sarila, Depok, Sleman.
Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah membenarkan kejadian tersebut. Pembunuhan terjadi pada Kamis (5/3/2020) pukul 02.00 WIB.
"Ada laporan dugaan pembunuhan yang menyebabkan seorang wanita tewas. Korban mengalami luka serius di bagian leher karena tusukan," terang Rizky saat ditemui di Mapolres Sleman, Jumat (6/3/2020).
Rizky menjelaskan bahwa wanita tersebut merupakan pekerja seks komersial (PSK) yang sedang berada di Yogyakarta. Tak hanya sendiri, korban ditemani beberapa rekannya sebanyak empat orang.
"Jadi mereka check in pada hari Rabu (4/3/2020). Ada empat orang yang memesan kamar di lantai 6 hotel setempat," katanya.
Kasatreskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo menduga bahwa pelaku merupakan teman korban, tetapi tak menutup kemungkinan pelaku adalah tamu. Pasalnya, pelanggan korban diketahui juga merupakan teman korban.
"Yang jelas pelaku terekam CCTV, dugaannya bisa jadi teman dan tamu di hotel tersebut, yang kami curigai pelaku ini sudah menyiapkan senjata tajam. Jadi korban yang berada di kamar 619 sempat berteriak meminta tolong saat insiden itu," kata Rudy.
Karena teriakan korban, rekan lainnya yang berada di kamar berbeda menggedor dan meminta dibukakan karena kamar 619 terkunci.
"Dari penuturan saksi, pihaknya sempat meminta pertolongan sekuriti untuk membukakan pintu. Namun setelah kembali ke TKP, pintu sudah terbuka. Diduga korban ini masih memiliki tenaga untuk membuka kunci. Setelah dibuka pintu dari dalam, korban langsung jatuh di depan lorong hotel karena sudah kehabisan tenaga," katanya.
Pelaku juga diketahui kabur lewat jendela dan turun melewati tangga AC. Beberapa barang bukti seperti belati dan sandal pelaku masih tertinggal.
"Setelah kami olah TKP ada belati dan sandal yang tertinggal. Mungkin pelaku panik dan langsung kabur tanpa membawa barang bukti," katanya.
SuaraJogja.id juga mendatangi hotel Grand Sarila, Jumat pukul 09.10 WIB. Namun Pihak Hotel Grand Sarila yang dimintai keterangan tak memberikan memberi jawaban pasti. Pihaknya enggan berkomentar terkait insiden yang terjadi di hotel setempat.
Hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi masih berusaha menemukan pelaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia dengan mesin V8 twin-turbo dan teknologi elektrifikasi yang menghasilkan tenaga hingga 920 PS.
KAI Daop 6 Jogja menegaskan pelaku pelecehan seksual dapat masuk blacklist dan dilarang menggunakan kereta api hingga 20 tahun.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi DIY memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang
MR alias Bos Gendut, buronan kasus 98 kg sabu, ditangkap BNN di salon kecantikan Mangga Besar. Aset Rp39,5 miliar turut disita.