BPBD Bekali Tim Tanggap Bencana Rayon Gunungkidul

Pelatihan dasar kebencanaan di Aula Ignasius Loyola, komplek gereja Paroki Petrus Kanisius, Wonosari, Kamis (5/3/2020). - Ist
06 Maret 2020 10:37 WIB Sugeng Pranyoto Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Keuskupan Agung Semarang (KAS) melalui Yayasan KARINA membantu tenaga relawan untuk kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Tercatat ada sebanyak 35 personil terwadai dalam nama Tim Tanggap Bencana Rayon Gunungkidul untuk melayani masyarakat luas menjadi mitra dengan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gunungkidul.

Kerjasama gereja katolik Rayon Gunungkidul dengan Pemkab ditandai dengan komitmen saling menjalin kerjasama sinergis untuk kesiapsiagaan penanganan kebencanaan dan pengurangan risiko bencana.

"Kami menyambut baik adanya relawan kebencanaan yang muncul secara mandiri seperti ini. Ini salah satu wujud kesadaran masyarakat untuk mulai memahami pentingnya pengurangan resiko bencana," kata  Seksi pencegahan kebencanaan BPBD Gunungkidul, Agus Wibawa Aifiyanto, dalam pelatihan dasar kebencanaan di Aula Ignasius Loyola, komplek gereja Paroki Petrus Kanisius, Wonosari, Kamis (5/3/2020).

Agus berharap tambhnya komunitas relawan peduli kebencanaan untuk Gunungkidul ini akan semakin mewujudkan kesiapan Gunungkidul dalam gerak penanganan kebencanaan ke depan yang semakin terpadu dan tangguh.

Ia mengaku, selama ini memamg sudah ada komunitas relawan yang bersinergis kerja kemanusiaan bersama BPBD Gunungkidul. Akan tetapi, masih banyak kebutuhan sumber daya manusia yang lebih beragam ketrampilan dari relawan, mulai dari urusan posko dapur umum, evakuasi korban, hingga media komunikasi dan teknologi informasi. Menurutnya, relawan untuk kebutuhan konseling untuk tahap pemulihan traumatik korban bencana saat ini masih sangat minim.

"Semoga kehadiran relawan Karina Rayon Gunungkidul ini nanti juga bisa menjawab kebutuhan pemulihan pasca bencana untuk korban yang memang minim kita miliki," ujar Agus.

Dengan menghadirkan relawan dalam kerja Tim Reaksi Cepat (TRC) yang diwakili Surisyanto, BPBD Gunungkidul berkesempatan ikut membekali pengetahuan kebencanaan relawan yang baru terbentuk 2019 lalu itu. Materi dimulai dari bab regulasi hukum dan peraturan, hak dan kewajiban relawan, pola komunikasi relawan dengan Pemkab, hingga karakteristik dan peta bencana daerah disampaikan untuk menambah kapastas keterampilan relawan dari tiga paroki di Kabupaten Gunungkidul yakni Paroki Santo Petrus Pulus Kelor, Paroko Santo Yusuf Bandung, dan Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari.

Direktur KARINA KAS, Romo Martinus Sutomo Pr, mengatakan, keberadaan KARINA ada di setiap Keuskupan yang spesifik bergerak melayani bidang kebencanaan di tengah masyarakat. Dalam gerak pelayananan kebencanaan dibutuhkan kerja sama sinergis dengan pemerintah baik kabupatem, kota maupun level provinsi.

Pastor yang akrab dipanggil Romo Tomo ini menegaskan kerja relawan kebencanaan tidak hanya menunggu adanya bencana datang,  tetapi penyadaran masyarakat sejak dini sebagai program pengurangan resiko yang harus dillakukan sedini mungkin menyasar semua elemen masyarakat dari usia anak-anak, remaja, orang muda hingga orang tua melalui edukasi dan sosialiasi.

Pihaknya akan terus menggandeng BPBD Gunungkidul serta komunitas relawan yang lain untuk bekerja sama membekali keterampilan relawan rayon yang dirintisnya secara bertahap agar nanti bisa membantu tugas kemanusiaan untuk masyarakat di Gunungkidul. Di Keuskupan Agung Semarang, Yayasan KARINA KAS telah merintis berdirinya empat kelompok relawan yakni relawan Lingkar Merapi, relawan Kevikepan Surakarta, relawan Kevikepan Semarang, dan Tim Tanggap Bencana Rayon Gunungkidul.

Aloysius Danang Mujiantoro selaku koordinator, menambahkan selama berdiri satu tahun relawan rayon telah memulai layanan kebencanaan mencakup bencana krisis air bersih pada 2019. Terdapat sekitar 500 tanki air bersih yang telah disalurkan untuk masyarakat Gunungkidul di puluhan desa di kecamatan Panggang, Gedangsari, Rongkop, Tepus, Ponjong, Karangmojo.

Beberapa pastor dari tiga paroki yang ikut hadir mengikuti kegiatan bersama BPBD Gunungkidul di antaranya Romo JB Clay Pariera SJ, Romo Andri Pr, Romo Cahyo Handoko Pr, dan Frater Arif.