Info soal Corona Karut Marut, Komisi Informasi Ingatkan Pemda DIY

Ilustrasi. - Harian Jogja
17 Maret 2020 17:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Merespons banyaknya informasi tentang virus corona yang beredar di masyarakat khususnya informasi yang tidak valid dari oknum tidak bertanggungjawab, Komisi Informasi Daerah (KID) DIY mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk menyediakan informasi yang jelas dan mudah diakses.

Ketua KID DIY, Muhammad Hasyim, menuturkan covid-19 menyerang segala usia dan kelas masyarakat. Sementara sejauh ini informasi terkait detail penanganan, antisipasi dan deteksi awal belum banyak diketahui masyarakat. “Banyak informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ungkapnya, Selasa (17/3/2020).

Ia mencontohkan kesimpangsiuran informasi terjadi pada dunia pendidikan. Kejelasan situasi dan penanganan berbeda antara satu instansi dengan instansi lainnya. Atas dasar itu pihaknya mendorong badan publik DIY memberi informasi ke masyarakat sesuai informasi yang dikelolanya.

“kami mendorong Pemda DIY segera membentuk Satgas Penanganan Covid-19 dengan melibatkan semua unsur termasuk dari kelompok masyarakat untuk dapat memberikan informasi yang akurat, cepat, benar dan tidak menyesatkan,” ujarnya.

Ia menegaskan informasi tentang corona berdasarkan UU KIP Pasal 10, termasuk dalam kategori informasi yang wajib disampaikan secara serta merta. Pemerintah berkewajiban menyajikaninformasi secara serta merta kepada masyarakat karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Meski demikian, identitas pasien termasuk informasi yang dikecualikan. Ia menjelaskan pengecualian ini tidak mutlak, jika ada kepentingan lebih besar, pemerintah berwenang memutuskan apakah tetap ditutup atau dibuka. “Karena menyangkut penyebaran, dalam hal ini riwayat mobilitas pasien seharusnya bisa dibuka, dia pergi kemana saja,” ujarnya.

Divisi Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi KID DIY, Surani, mengatakan pihaknya mengimbau Dinas Kesehatan DIY untuk selalu memberi informasi perkembangan covid-19 setiap hari. Informasi ini harus disampaikan kepada masyarakat dengan media yang akses untuk semua masyarakat.

“Mendorong tim penanganan virus corona atau satgas untuk menyebarluaskan inforamasi nomor kontak yang bisa dihubungi apabila ada warga yang terindikasi atau terduga terserang virus corona termasuk informasi yang memadai yang disediakan badan publik,” katanya.