Wisatawan ke Sleman Sudah Menipis Sejak Februari, Banyak Pesanan Trip Dibatalkan

Pengunjung memasuki Kawasan Wisata Kaliadem pada (12/5/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
20 Maret 2020 07:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman menyatakan terjadi penurunan kunjungan wisatawan sebesar 9,24% dari total kunjungan bulan Januari dan Februari 2020 jika dibandingkan dengan kunjungan wisatawan pada tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih mengatakan jika jumlah kunjungan di Kabupaten Sleman pada bulan Januari dan Februari 2020 tercatat sebanyak 1.104.696 kunjungan. Jumlah kunjungan tersebut terdiri dari 615.869 kunjungan pada bulan Januari dan 488.827 kunjungan pada bulan Februari.

Penurunan kunjungan wisatawan ke objek wisata yang ada di Bumi Sembada memang terjadi pasca penyeberan Covid-19 yang sudah terjadi di berbagai wilayah di Indonesia termasuk wilayah DIY. "Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, terdapat penurunan sebesar 9,24 persen dari 1.217.178 kunjungan periode bulan yang sama pada tahun 2019 lalu," ujar Sudarningsih, Kamis (19/3/2020).

Oleh karena itu, Sudarningsih mengatakan jika ia dan jawatannya mengimbau agar pelaku wisata diharapkan memperhatikan aspek higienitas baik untuk para pelaku itu sendiri maupun fasilitas untuk tamu.

"Kami mengimbau agar para pelaku menyediakan media dan tempat cuci tangan ataupun hand sanitizer yang memadahi. Dan kami juga mengimbau kepada seluruh wisatawan agar memperhatikan etika dalam bersin atau batuk untuk menutup dengan lekukan siku lengan atau ditutup dengan tissue dan dibuang pada tempat sampah yang tertutup," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sudarningsih juga sangat berharap kepada seluruh pengelola wisata yang ada di Bumi Sembada untuk melakukan deteksi dini Covid-19 terhadap pengunjung maupun pemandu. Apabila memang terlihat gejala diharapkan segera diperiksakan ke rumah sakit rujukan dan menggunakan masker.

Ia dan jawatannya juga mengimbau agar wisatawan tidak meludah sembarang tempat. "Saya kira untuk menekan penyebaran virus Covid-19 perlu disiplin atas perilaku dari kita semua, pengelola obyek wisata dan desa wisata juga kami imbau agar menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Salah satunya dengan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih secara rutin," tutupnya.

Sebelumnya, penurunan kunjungan wisatawan juga terjadi di objek wisata jip wisata merapi. Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) sisi timur Bambang Sugeng mengatakan jika penurunan wisatawan bahkan mencapai 70 persen jika dibandingkan hari hari sebelumnya. Banyak wisatawan yang sebelumnya sudah berencana untuk menghabiskan waktu liburannya di objek wisata jip merapi terpaksa membatalkan rencananya.

"Sejak Sabtu (14/3) lalu pengunjung yang datang masih normal, namun hari Minggu keesokan harinya sudah banyak yang cancel, selanjutnya berturut-turut hari Senin (16/3) juga sudah banyak yang cancel, bahkan hari ini ada dua grup yang juga cancel, komunitas jip lain juga mengeluhkan hal yang sama," tutupnya.