Siapkan RS Darurat Covid-19, Segini Anggaran yang Diusulkan Dinkes Bantul

Bagian dalam bangunan eks Puskesmas Bambanglipuro, Bantul. - Istimewa/Pemkab Bantul
05 April 2020 15:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memerluka anggaran belasan miliar rupiah untuk operasional tahap pertama Rumah Sakit Darurat (RS) Covid-18 di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro. Dana tersebut untuk pengadaan alat medias habis pakai, perbaikan sarana dan prasarana, serta biaya tenaga medis.

“Perkiraan sementara lebih dari Rp10 miliar, bahkan bisa belasan miliar. Itu hanya untuk operasional selama dua bulan. Cukup besar memang dalam penanganan Covid-19 ini,” kata Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Raharjo, Minggu (5/4/2020).

Usulan anggaran tersebut, kata Agus, saat ini sudah diajukan ke Tim Anggaran Pemrintah Daerah (TAPD). “Kami mengajukan alokasi Anggaran Tak Terduga lagi ke TAPD, khusus untuk operasional RS Darurat Covid-19,” kata Agus.

Sebelumnya TAPD sudah menggelontor Dinkes Bantul dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul dari Anggaran Tak Terduga untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp9,6 miliar.

Anggaran tersebut sebagian besar untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) dan penambahan ruang isolasi di RSUD Panembahan Senopati.

Direktur RS Darurat Covid-19, Tarsius Glory mengatakan jika tidak ada halangan rumah sakit darurat Covid-19 akan mulai beroperasi pada 13 April mendatang. Pada tahap awal, kata dia, ada 50 tempat tidur yang disediakan, sambil menginventarisasi dari sejumlah puskesmas rawat inap yang belum terpakai.

Saat ini masih dalam proses pembenahan di antarana pembuatan alur akses keluar masuk, “Kalau sudah masuk mengunjungi pasien saat keluar nanti sudah dalam kondisi steril,” kata Glory.

Selain itu juga penambahan saluran pengolah udara di tiap ruang isolasi. Sementara radiologi, laboratorium dan saluran ipal sudah tersedia karena bangunan rumah sakit darurat tersebut memang rencannya akan dijadikan Rumah Sakit Tipe D.

Dengan adanya rumah sakit darurat tersebut, kata Glory, alur penanganan pasien terkait Covid-19 menjadi lebih jelas. Nantinya semua pasien yang memiliki gejala mengarah pada Covid-19 ditampung di RS Darurat Covid-19 tersebut. Jika hasil pemeriksaan sementara dinyatakan berat maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19.

Upaya itu diakui Glory untuk meminimalkan penumpukan pasien di rumah sakit rujukan, “Rumah sakit rujukan Covid-19 di Bantul khusus menangani [pasien dengan gejala] sedang dan berat, kami nanti [yang gejala] ringan saja, seperti ODP dan PDP tinggal nunggu hasil lab,” ujar Glory.