Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Logo UGM./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Gadjah Mada (UGM) baru saja menerima 1.753 calon mahasiswa baru (maba) yang lolos dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ini. Pengumuman kelulusan ini dirilis Rabu (8/4) siang ini. Mereka berhasil lolos setelah bersaing dengan 25.604 peserta lain yang mendaftar di UGM.
Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan, Profesor Djagal Wiseso Marseno, menuturkan mereka terbagi ke dalam klaster Saintek sebanyak 1.238 mahasiswa dan Soshum sebanyak 515 mahasiswa. "Untuk kelompok Saintek, program studi dengan peminat terbanyak adalah Farmasi, Kedokteran, dan Teknologi Informasi. Sementara untuk klaster Soshum, yaitu Psikologi, Manajemen, dan Hukum," kata Djagal pada Rabu (8/3/2020).
Setelah dinyatakan diterima di UGM, kata Djagal, calon mahasiswa harus melengkapi biodata dan mengunggah dokumen sebagaimana disyaratkan melalui laman https://um.ugm.ac.id/admisi, mulai 13 April 2020 pukul 13.00 WIB sampai dengan 30 April 2020 pukul 23.59 WIB.
Khusus untuk peserta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), ada tambahan dokumen yang harus diunggah yaitu pemindaian (scan) Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan surat pernyataan kesediaan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) apabila pendaftaran KIP-K tidak disetujui.
Calon mahasiswa juga harus mengikuti rangkaian kegiatan registrasi, yaitu membayar UKT, mencetak bukti registrasi, dan mengambil Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), serta jaket almamater yang jadwalnya akan diinformasikan melalui akun praregistrasi masing-masing calon mahasiswa.
Jika sampai batas waktu yang ditentukan calon mahasiswa tidak melengkapi biodata dan mengunggah dokumen sesuai dengan prosedur dan ketentuan, maka yang bersangkutan dianggap melepaskan haknya sebagai calon mahasiswa Program Sarjana UGM Tahun Akademik 2020/2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta