Kagama Qatar Galang Donasi Bantu Mahasiswa UGM yang Terdampak Covid-19

Kagama Qatar - Istimewa
10 April 2020 05:27 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Qatar melakukan penggalangan donasi untuk membantu mahasiswa UGM yang terdampak Covid-19. Syarif Achmad, pengurus Kagama Qatar, mengatakan dari pengumpulan donasi yang dilakukan selama tiga hari terkumpul dana sekitar Rp38 juta.

“Kami melihat ada potensi mahasiswa UGM khususnya yang berasal dari kalangan menengah ke bawah akan mengalami kesulitan. Alhamdulillah, kita ada informasi tentang Sahabat UGM yang menyalurkan donasi ini kepada mahasiswa,” tutur Syarif, Kamis (9/4/2020).

Syarif menuturkan Kagama Qatar sangat prihatin dengan kondisi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Pertengahan Maret lalu mereka juga sudah mengirimkan bantuan dana ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor untuk menunjang pengadaan alat perlindungan diri bagi petugas medis yang waktu itu sangat dibutuhkan.

Saat ini ada sekitar 60 alumni UGM yang berada di Qatar dan berasal dari beragam disiplin ilmu serta angkatan kuliah. Menurut Syarif kondisi di Qatar dengan pengetatan mobilitas penduduk saat ini penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi. Sebagian besar Kagama di sana melakukan aktifitas di rumah dengan Work from Home (WfH).

“Selain karena aturan pemerintah yang membatasi gerakan penduduk untuk keluar hanya untuk hal-hal penting saja, Kagama ingin ikut berpartisipasi dalam mengurangi penyebaran Covid-19 dengan berdiam di rumah. Kalaupun harus masuk kantor dilakukan physical distancing dan mengurangi rapat serta pertemuan dengan orang dalam jumlah besar. Sedangkan untuk keluar rumah untuk belanja kebutuhan pokok dan lain-lain, kami berusaha untuk menggunakan masker dan sarung tangan. Tentu saja, cuci tangan sesering mungkin sudah menjadi kebiasaan baru semenjak Covid-19 mulai merebak,” imbuh alumnus Ilmu Komputer MIPA UGM itu.

Dengan gerakan donasi ini, Syarif berharap dapat meringankan beban mahasiswa yang tedampak dan secara lebih luas di UGM tetap dapat menjalankan program belajar mengajar dengan baik. Melalui penggalangan donasi ini nantinya diharapkan bisa memantik semangat Kagama di tempat lain agar  terus berbuat untuk lingkungan sekitar dan Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Rektor UGM, Gugup Kismono, mengatakan bantuan dari Kagama Qatar ini nantinya akan dipergunakan untuk membantu logistik mahasiswa UGM. Menurut Gugup peran Kagama ketika terjadi bencana sangat signifikan dalam berbagai bentuk, seperti menjadi relawan, memberikan bantuan logistik maupun dana.

“Apa yang mereka lakukan merupakan bakti kepada almamater dan  Ibu Pertiwi,” kata Gugup.

Selain Kagama Qatar, beberapa Kagama di luar negeri seperti Kagama Singapura saat ini juga tengah melakukan penggalangan donasi serupa.