Sempat Tertahan di 14 Depo, Ratusan Ton Sampah di Sleman Akhirnya Diangkut dengan 38 Dump Truck

Puluhan truk pengangkut sampah mengantre untuk menurunkan muatan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Rabu (8/1/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
14 April 2020 00:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Ratusan ton sampah yang sempat tertahan selama lima hari di depo-depo Sleman mulai diangkut ke TPA Piyungan, Bantul. Puluhan armada damp truck milik DLH Sleman dikerahkan agar seluruh sampah bisa terangkut.

Kepala DLH Sleman Dwi Anta Sudibya menjelaskan pihaknya mengerahkan 38 dump truck untuk mengangkut ratusan ton sampah yang sempat tertahan di 14 depo di Sleman.

"Kami fokus selama dua hari ini untuk mengangkut sampah di depo-depo. Kebetulan pelanggan sekolah dan komersial terutama hotel banyak yang tutup," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (13/4/2020).

Menurutnya, seluruh dumptruck milik DLH sudah mengantongi rekomendasi. DLH Sleman selama ini hanya memberikan rekomendasi pada dump truk untuk membangkut sampah ke TPA Piyungan. Sementara untuk pick up hanya diberi rekomendasi untuk membuang sampah di depo-depo saja.

"Yang direkomendasi ke TPA hanya dump truk kalau pickup kami layani di depo dengan ijin dari DLH. Kalau yang (dump truck) swasta bisa langsung ke TPA," katanya.

Pembuangan sampah ke TPA Piyungan memang dilayani menggunakan dump truck sehingga proses penurunan sampah dari truk ke lokasi pembuangan berlangsung lebih cepat. Apalagi dari 14 unit depo sampah, tujuh di antaranya memiliki volume sampah yang cukup tinggi. "Kalau seluruh armada dikerahkan semua dua hari bisa selesai," katanya.

Sebelumnya, Kepala UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Sri Restuti Nur Hidayah mengatakan perbaikan dan penutupan TPA Piyungan berdampak pada sekitar 1.000 ton sampah tidak terangkut.

Dijelaskan Restuti, saban hari ada sekitar 200 ton sampah yang diangkut dari wilayah Sleman ke TPA Piyungan. Jika masa perbaikan TPA Piyungan membutuhkan waktu lima hari, katanya maka ada sekitar 1.000 ton sampah pelanggan yang tidak terangkut. Jumlah tersebut belum termasuk sampah yang dikelola oleh pihak swasta. "Kami mohon maaf atas kondisi ini," katanya.