Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Ilustrasi. /freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Riris Andono Ahmad memprediksi ada tiga gelombang penyebaran Covid-19 di DIY.
Riris Andono Ahmad juga mengingatkan pemerintah di DIY untuk bersiap menghadapi gelombang kedua dan ketiga Covi-19 di DIY.
Gelombang pertama kata dia penyebaran Covid-19 yang saat ini terjadi. Gelombang kedua pasca Lebaran dan gelombang ketiga saat ajaran baru.
“Pasca-Lebaran adalah gelombang dua. Gelombang tiga saat ajaran baru terutama mahasiswa. Ada 100.000 lebih mahasiswa di DIY. Dampak sosial ekonomi bisa lebih panjang. Gelombang ketiga terjadi pada ajaran baru. Bisa jadi ada outbreak di kalangan mahasiswa baru, ini harus diperhatikan,” katanya, Selasa (14/4/2020).
Ia memprediksi, meski pandemi ini diperkirakan berakhir akhir tahun, tetapi dampak sosial ekonominya bisa satu atau dua tahun ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
BI, Kemenkeu, dan DPR memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas rupiah di Rp18.000 dan meredam tekanan pasar keuangan Indonesia.
Xiaomi 18 Pro Max dikabarkan hadir dengan kamera 200MP ganda, chipset Snapdragon terbaru, dan peningkatan signifikan pada fotografi.
Kemnaker menegaskan komitmen menindaklanjuti laporan PHK, perlindungan pekerja, hingga K3 demi hubungan industrial yang adil dan kondusif.
Bank Mandiri Taspen melalui program Glow and Grow dorong pensiunan tetap aktif, sehat, dan produktif lewat edukasi dan pemberdayaan lansia.
Bapanas mencatat penyaluran bantuan pangan beras dan Minyakita telah mencapai 55,37% dari target 33,2 juta KPM hingga Juni 2026.