Posko Pemeriksaan Pengendara Kulonprogo Mulai Beroperasi

Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pengendara yang melintas masuk ke wilayah DIY. Posko Terpadu Pemeriksaan Corona Virus Disease 2019 (Covid - 19) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang didirikan di Jln. Raya Jogja-Purworejo Km. 41 tepatnya depan Masjid Nurul Huda, Kalurahan Temon Kulon mulai beroperasi pada Senin (20/4/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
20 April 2020 18:47 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Posko Terpadu Pemeriksaan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) DIY bagian perbatasan antara Kulonprogo dan Purworejo sudah mulai beroperasi. Sejumlah kendaraan dari luar kota terpaksa diberhentikan.

Posko pemeriksaan di perbatasan Kulonprogo-Purworejo telah dioperasikan mulai Senin (20/4/2020) yang terdiri dari tim gabungan Dishub, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).

Kepala Bidang Pengendali Operasional, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Harry Agustriono mengatakan pada tahap awal ini posko akan dibuka selama satu shift yakni pukul 08.00-12.00 WIB. "Posko pemeriksaan didirikan di Jln. Raya Jogja-Purworejo Km. 41 tepatnya depan Masjid Nurul Huda, Kalurahan Temon Kulon," jelas Harry, Senin. 

Dijelaskan Harry, prioritas kendaraan yang diperiksa yakni kendaraan dari daerah terdampak. Kendaraan-kendaraan dari daerah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Sumatera, Semarang, Solo, hingga Purwokerto wajib menepi untuk diperiksa dan dicatat. "Semua kendaraan, baik kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga angkutan barang, roda dua maupun roda empat bila dari daerah terjangkit kami minta menepi untuk diperiksa," ujarnya.

Hasil pantauan selama dua jam pemeriksaan berjalan, setidaknya ada 60 kendaraan dari luar daerah yang melintas. Adapun kendaraan jenis mobil pribadi mendominasi dalam pemeriksaan ini. Sebanyak 39 mobil pribadi tercatat melintas masuk ke wilayah DIY. Sementara kendaraan lainnya seperti motor melintas sebanyak lima unit, angkutan umum sebanyak 10 unit, dan angkutan barang enam unit.

Menurut Harry, sementara ini tindakan yang dilakukan hanya bersifat persuasif. Kendaraan dari luar daerah diminta menepi untuk didata asal dan tujuan, tidak ada penindakan hukum yang dilakukan. Pengendara dan penumpang yang diberhentikan akan dicek apakah sudah menerapkan anjuran yang telah diberikan pemerintah seperti menggunakan masker serta jumlah maksimal orang dalam satu kendaraan.

"Kami belum memerintahkan kendaraan yang melebihi kapasitas yang dianjurkan untuk putar balik, kami hanya meminta semua yang menaiki kendaraan menggunakan masker," jelasnya.

Selama pemeriksaan memang ditemui beberapa kendaraan yang melebihi kapasitas yang dianjurkan. Namun Kepala Dinas Perhubungan Kulonprogo, Bowo Pristiyanto mengatakan mayoritas kendaraan tidak tersisa penuh saat melintasi posko pemeriksaan. Meski begitu pemeriksaan yang dilakukan masih berupa pencatatan belum ada tindakan medis. "Pengecekan kesehatan langsung para pengendara yang melintas, saat ini masih dalam proses pemetaan," jelasnya.

Bowo menjelaskan lokasi posko pemeriksaan dipilih setelah melalui proses panjang dari beragam opsi titik yang ada. Masjid Nurul Huda, Kalurahan Temon Kulon yang terletak di Jln. Raya Jogja-Purworejo Km. 41 dipilih karena dianggap paling ideal untuk melakukan pemeriksaan.

"Prinsipnya bagaimana kegiatan ini berjalan tanpa membuat kemacetan, lokasi ini dipilih adan jalan cukup lebar, kita bisa memasukkan kendaraan tanpa mengganggu lalu lintas," ucapnya.