Disperindag Sleman: Pasar Ramadan Digelar Agar Ekonomi Tetap Jalan

Warga beraktivitas mengenakan masker. - Harian Jogja/Desi Suryanto
30 April 2020 00:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :


Harianjogja.com, SLEMAN-- Pasar Ramadan tetap diperbolehkan untuk digelar asalkan menerapkan protokol pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 dalam prakteknya. Dinas Perdagangan Kabupaten Sleman mengakui digelarnya pasar Ramadan diperlukan agar perekonomian masyarakat tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan jika digelarnya pasar Ramadan tujuannya adalah perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19 tetap berjalan.

"Agar ekonomi masyarakat tetap bisa berjalan, maka kami atur sesuai protokol kesehatan. Kami bagikan masker bagi pedagang juga. Jadi, kami (Disperindag Sleman) bersama Satpol-PP kabupaten Sleman hanya berusaha mengatur saja," ujar Mae saat dikonfirmasi pada Rabu (29/4/2020).

Lebih lanjut, Mae menyebutkan jika ia dan jawatannya tetap memfasilitasi warga untuk tetap bisa menggelar pasar Ramadan yang menyediakan sejumlah makanan untuk takjil maupun buka bersama.

"Kami fasilitasi dengan Satpol-PP Kabupaten Sleman agar pasar Ramadan tetap menjalankan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Dua titik pasar ramadan yang kami fasilitasi ada di Bangkrung dan pasar Gentan bagi pedagang kaki lima (PKL) lingkungan pasar dan di PKL Bangkrung," ungkap Mae.

Adapun, terkait dengan penyelenggaraan pasar Ramadan, tidak ada izin khusus yang diberikan oleh Disperindag. Upaya pasar Ramadan merupakan inisiatif warga untuk mendapatkan rezeki di tengah pandemi Covid-19.

"Sebenarnya tidak ada izin khusus, tetapi agar ekonomi masyarakat tetap bergerak. Jadi, ada masyarakat berinisiatif untuk mencari nafkah dengan menggelar pasar ramadan. Agar semuanya aman maka kita imbau dan kita fasilitasi agar sesuai protokol kesehatan. Pemkab tidak mengeluarkan izin apapun," papar Mae.

Dalam pelaksanaan pasar Ramadan ia dan jawatannya bekerjasama dengan Satpol-PP kabupaten Sleman sebisa mungkin menghindari kerumunan warga yang melakukan transaksi. Upaya penerapan physical distancing menjadi prioritas bagi Mae dan jawatannya.

"Jumlah dan jarak antar pedagang kita batasi untuk menghindari kerumunan. Kami juga hanya bisa memantau tempat yang sudah kami fasilitasi kalau yang ada di pinggir-pinggir jalan itu menjadi kewenangannya Gugus Tugas Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Sleman bidang operasional," tandasnya.

Pada tahun 2019 lalu, pasar Ramadan di Kabupaten Sleman digelar di Lapangan Pemda Sleman, Jalan Candi Sari, Beran, Tridadi, Sleman. Pasar ramadan bertujuan untuk mempromosikan dan mempertemukan 108 UMKM dan koperasi binaan dengan masyarakat guna memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri dengan harga terjangkau.

Kepala Dinkop UKM Kabupaten Sleman, Pustopo sebelumnya menjelaskan bahwa kegiatan pasar Ramadan tahun lalu selain diselenggarakan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah juga merupakan upaya untuk menghadirkan aneka kuliner, tanaman, kerajinan serta fashion yang mana pada tahun ini sengaja digelar di areal Lapangan Pemda Sleman.

“Jika tahun-tahun sebelumnya di halaman Dinkop UKM Sleman, tahun 2019 lalu kami adakan di area Lapangan Pemda. Hal ini supaya masyarakat luas bisa hadir dan menghilangkan anggapan bahwa pasar Ramadan hanya untuk PNS saja,” jelas Pustopo.