Ini Riwayat 9 Pasien Baru di DIY yang Terinfeksi Virus Corona

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
01 Mei 2020 18:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak sembilan warga di DIY disebutkan terinfeksi Covid-19 pada Jumat (1/5/2020). Pemerintah mengumumkan riwayat pasien anyar tersebut sehingga terinfeksi Covid-19.

Pasien Positif Covid-19 di DIY kembali mengalami kenaikan berdasarkan hasil laboratorium yang diumumkan, Jumat (1/5/2020). Penambahan sebanyak Sembilan kasus positif yang berasal dari berbagai klaster, mulai dari Ijtima Gowa hingga Pesantren Temboro, Magetan.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan berdasarkan laporan dari berbagai rumah sakit rujukan, saat ini total ada tambahan sembilan kasus positif Covid-19. Sehingga jumlah kasus Covid-19 di DIY hingga Jumat (1/5/2020) menjadi 104 kasus.

“Penambahan kasus terkonfirmasi positif covid 19 pada hari ini tanggal 1 Mei 2020 sebanyak sembilan kasus, sehingga jumlah kasus positif Covid 19 di DIY adalah 104 kasus,” katanya Jumat (1/5/2020) sore.

Ia menambahkan penambahan kasus tersebut antara lain Kasus 98 dengan identitas seorang remaja laki laki usia 13 tahun warga Kulonprogo yang merupakan santri di Pesantren Temboro Magetan. “Kasus 98 ini berdasarkan hasil kontak tracing Dinkes Kulonprogo, rapid reaktif pulang dari Pesantren Temboro,” katanya.

Kemudian Kasus 99 dengan identitas perempuan, 49 tahun warga Bantul yang sebelumnya kontak dengan pasien Kasus 64. Kasus 100, laki laki, 36 tahun warga Bantul dan Kasus 101 identitas Laki laki, 32 tahun warga Bantul, di mana keduanya merupakan pekerja migran dari luar negeri. Untuk Kasus 100 pekerja migran usai pulang dari Dubai, sedangkan Kasus 101 dari Amerika Serikat.

“Setiap PMI [pekerja migran Indonesia] yang datang, oleh Dinkes Kabupaten dan Kota dilakukan rapid test jika positif maka isolasi di rumah sakit dan diambil swab. Dua kasus [100 &101] itu awalnya dari rapid tes,” ujarnya.

Ia menambahkan pasien selanjutanya adalah Kasus 102, perempuan 59 tahun warga Bantul yang sebelumnya kontak dengan Kasus 97. Kemudian Kasus 103, perempuan, 50 tahun warga Bantul yang kontak tracingnya masih ditelusuri. Hal yang sama juga terjadi pada Kasus 104 dengan identitas laki laki, usia 79 tahun warga Sleman juga belum diketahui riwayat penularannya.

Sedangkan Kasus 105 dengan identitas perempuan, 67 tahun warga Sleman sebelumnya sempat kontak dengan pasien Kasus 66. Terakhir Kasus 106 laki laki 43 tahun warga Bantul. “Untuk Kasus 106 ini sebelumnya mengikuti tablig [Ijtima] Gowa,” ujarnya.