Selama Pandemi, Sampah Rumah Tangga Mendominasi

Sejumlah pekerja menaikkan sampah ke truk di Depo Sampah Transferstation, Dusun Tambakboyo, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Senin (25/6/2018). - Harian Jogja
03 Mei 2020 18:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Volume sampah di Sleman yang diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Piyungan (TPST) Piyungan menyusut selama pandemi Covid-19. Masyarakat diminta untuk tetap mengelola sampah dengan baik pasalnya selama masa pandemi sampah rumah tangga memang mendominasi.

Berdasarkan data dari Kantor UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, jumlah volume sampah yang dihasilkan dari 13 depo sampah di wilayah Sleman menurun. Jika volume sampah pada Januari tercatat 5.105 kubik per meter, pada Februari volume sampah tercatat 5.163 kubik per meter. Ini kondisi normalnya rata-rata per bulan lima ribu sekian kubik per meter. Saat pandemi Covid, mulai Maret lalu volume sampah mulai menurun," kata Staf Kantor UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, M.Khairul Amri, Minggu (3/5/2020).

Terbukti, pada Maret volume sampah yang dihasilkan sebanyak 4.730 meter kubik dan pada akhir April turun jadi 4.110 meter kubik.

Penurunan jumlah volume sampah paling mencolok antara Maret dan April terjadi di Depo Pogung dari 327 meter kubik (Maret) menjadi 286.15 kubik (April); Depo Lempongsari dari 207 kubik menjadi 185 kubik; dan Depo Satu dari 524 kubik turun jadi 493 kubik. "Ini dikarenakan sekolah, perguruan tinggi, sejumlah hotel dan destinasi wisata yang tidak beroperasi sehingga volume sampah turun," kata Kepala UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Sri Restuti Nur Hidayah.

Meski begitu volume sampah di beberapa depo justru bertambah, seperti Depo Condongcatur dari 440 kubik menjadi 502 kubik; Depo Tridadi dari 653 kubik menjadi 678 kubik; Depo Purwomartani dari 184 kubik menjadi 240 kubik; dan Depo Minomartani dari 306 kubik menjadi 339 kubik.  "Biasanya yang meningkat adalah sampah rumah tangga, karena warga banyak tinggal di rumah. Kami berharap warga bisa mengurangi sampah. Misalnya, sebisa mungkin pakai masker yang bisa dicuci," kata Tuti.

Kepala Balai Pengelolaan Sampah TPST Piyungan, Fauzan Umar mengatakan sampah yang masuk berasal dari tiga wilayah di DIY baik Kota Jogja, Sleman maupun Bantul dengan rerata selama Januari mencapai 1.884,265 ton.

Sampah yang diterima masih stabil tinggi lantaran produksi sampah berpindah dari tempat bisnis ke rumah warga. "Ini dikarenakan selama masa pandemi ini warga lebih banyak berdiam diri di rumah. Jadi produksi sampah tidak berkurang signifkan," katanya.