Ribuan Pelari hingga Grebeg Gethuk Ramaikan Hari Jadi Magelang
Hari Jadi Kota Magelang diramaikan Grebeg Gethuk, Tidar Borobudur 10K, hingga Magelang Great Sale dorong ekonomi dan pariwisata.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-- Mengawali pekan ini, Senin (4/5/2020), wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan akan turun hujan dengan intensitas dan waktu yang bervariasi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memperkirakan wilayah Kota Jogja pada pagi hari cerah berawan, siang hujan lokal, malam cerah berawan dan dini hari hujan lokal.
Sleman diperkirakan pagi cerah berawan, siag hujan ringan, malam cerah berawan dan dini hari hujan lokal.
Bantul diperkirakan pagi cerah berawan dan cuaca ini akan berlangsung hingga siang dan malam. Pada dini hari diperkirakan hujan lokal.
Kulonprogo diperkirakan pagi cerah berawan, siang hujan lokal, malam cerah berawan dan dini hari hujan lokal.
Gunungkidul diperkirakan pagi berawan, siang hujan sedang, malam cerah berawan dan dini hari berawan.
Suhu udara diperkirakan 23 hingga 32 derajat celcius dengan kelembaban 55 hingga 90%.
BMKG juga memberikan peringatan dini potensi terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan DIY yang mencapai 2,5 hingga 3 meter. Angin bertiup dari timur ke barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Kota Magelang diramaikan Grebeg Gethuk, Tidar Borobudur 10K, hingga Magelang Great Sale dorong ekonomi dan pariwisata.
Menhut Raja Juli Antoni membekukan izin tiga perusahaan di Kaltim terkait karhutla dan memerintahkan pemulihan ekosistem.
Harga minyak nasional Januari–September 2026 mencapai US$85–90 per barel. Pemerintah tetap menjaga harga Pertalite dan Biosolar.
Dua warga Lumbungkerep Klaten menjadi penumpang KM Virgo Transport 8. Danang selamat, sedangkan Bagus masih dalam pencarian.
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
DTSEN mencatat 4,33 juta KPM baru sejak diterapkan. Pemutakhiran data dilakukan agar bansos menjangkau warga yang memenuhi kriteria.