Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Foto ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA-- Hari ini, Selasa (5/5/2020) seluruh wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan tidak akan turun hujan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan prakiraan cuaca di lima wilayah di DIY meliputi Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul hari ini bervariasi namun nyaris serupa.
Pada pagi hari, seluruh wilayah itu diperkirakan cerah berawan.
Pada siang hari hingga malam hari, kelima wilayah diperkirakan berawan.
Pada dini hari, Kota Jogja, Bantul dan Sleman diperkirakan berawan tebal sedangkan Kulonprogo dan Gunungkidul diperkirakan cerah berawan.
Suhu udara diperkirakan bervariasi mulai 23 hingga 32 derajat celcius dengan kelembaban 60 hingga 90%.
BMKG memberikan peringatan dini potensi terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan DIY yang mencapai 2,5 hingga 4 meter. Angin bertiup dari timur ke barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Perayaan HUT RI ke-81 di media sosial diwarnai euforia kemerdekaan sekaligus gelombang solidaritas untuk korban gempa NTT.
sejarah Jogja dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk menguri-uri nilai dan keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Sejarah upacara penurunan bendera 17 Agustus bermula di Gedung Agung Jogja pada 1946 dan berkembang menjadi tradisi kenegaraan hingga kini.
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
Gempa M6,2 mengguncang Sulawesi Tengah pada Sabtu malam. BNPB mencatat satu orang meninggal dan dua gedung kantor rusak.