57 Orang Dicurigai Terinfeksi Berdasarkan Rapid Test, Sumber Paparan Covid-19 di Indogrosir Sleman Masih Misterius

Indogrosir di Jl. Magelang, Sleman, ditutup selama lima hari sejak Selasa (5/5/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
06 Mei 2020 13:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sumber dugaan penularan Covid-19 di Indogrosir, supermarket besar di Jl. Magelang, Sleman, masih misterius. Indogrosir sekarang sudah ditutup sementara, 300 pekerjanya menjalani rapid test, dan 57 orang menunjukkan hasil reaktif sehingga harus dites swab. Paparan virus Corona diduga berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang tidak terbuka menjelaskan riwayat kontaknya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan kasus di Indogrosir tersebut berawal dari pasien Covid-19 Kasus 79 yang tidak jujur saat pendataan awal. Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 45 tahun ini baru terbuka saat menjalani perawatan di RSPAU Hardjolukito. Dia menyebut bekerja di Indogrosir.

Dinkes pun melakukan rapid test massal sejak Sabtu (2/5/2020). “Kasus 79 ini baru mengaku bekerja di pusat perbelanjaan itu. Tetapi info terbaru dia sudah keluar [resign]. Apakah dia sakit saat masih berstatus karyawan atau tidak masih kami dalami,” kata Joko.

Joko menjelaskan Kasus 79 masuk catatan khusus Dinkes karena tidak memiliki riwayat penyebab tertular Covid-19. Sumber penyebarannya juga belum diketahui karena pasien ini tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota. “Sampai saat ini kami belum mengetahui kasus 79 tertular dari mana,” kata Joko.

Dia juga meralat pernyataannya yang menyebut sumber penyebaran Covid-19 di Indogrosir adalah pasien Kasus 67, laki-laki, 40, warga Depok, Sleman, yang sudah dinyatakan sembuh. “Saya koreksi, bukan terkait kasus 67 tetapi Kasus 79.”

Bupati Sleman Sri Purnomo menyurati manajemen Indogrosir agar menutup operasional pelayanan mulai Selasa (5/5/2020) hingga lima hari. Sebanyak 300 pekerja hipermarket tersebut sudah menjalani tes cepat dan 57 orang menunjukkan hasil reaktif sehingga harus menjalani tes swab.

“Mulai Selasa, Indogrosir sementara kami tutup tidak boleh beroperasi. Setidaknya sampai lima hari ke depan,” kata Sri Purnomo.

Bupati mengatakan karyawan yang reaktif seusai di-rapid test telah menjalani isolasi hingga uji swab keluar. “Yang reaktif dilanjutkan swab. Hasil swab keluar antara empat sampai lima hari. Akan diketahui positif atau tidaknya. Kalau positif [terinfeksi Corona], wajib jalani isolasi di rumah sakit sampai sembuh,” kata dia.

Pemkab Sleman, kata SP akan memfasilitasi ruang isolasi bagi karyawan Indogrosir sambil menunggu hasil swab. Dengan syarat, tempat tinggal karyawan tersebut memang tidak ideal untuk menjalani isolasi mandiri. "Kalau rumah tidak memungkinkan kami siapkan. Kami punya asrama haji atau rusunawa di Sinduadi Mlati. Prinsipnya isolasi mandiri dan tidak mandiri tetap kami siapkan," ujar Sri.

Bupati mengingatkan manajemen pusat perbelanjaan lainnya untuk meningkatkan kedisiplinan, terutama dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19, mulai dari pemakaian masker, physical distancing, dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Dia berharap Indogrosir menjadi satu-satunya pusat perbelanjaan yang ditutup karena Covid-19. Karyawan diminta untuk jujur jika merasa sakit atau tengah menjalani isolasi sebagai pasien Covid-19. "Kasus ini menjadi pelajaran bagi pusat perbelanjaan lainnya. Pantau kesehatan karyawan secara intens. Laporkan jika ada gejala kasus Covid-19. Perhatikan anjuran dari pemerintah terkait protokol Covid-19," katanya.