Meski Akui Ada Transmisi Lokal, Pemkab Bantul Kekeh Tak Usulkan PSBB

Ilustrasi. - Ist/Freepik
08 Mei 2020 13:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogjacom, BANTUL—Meski telah mengakui adanya transmisi lokal penularan Covid-19 di Bantul, Pemkab sampai kini belum juga mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pemkab beralasan PSBB tidak bisa diputuskan sendiri oleh kabupaten, melainkan perlu keputusan dari provinsi.

“PSBB itu wewenangnya provinsi [yang mengajukan],” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, di Dinkes Bantul, Jumat (8/5/2020).

Sri Wahyu mengaku tidak bisa banyak berkomentar soal PSBB karena bukan kewenangannya. Akan tetapi menurut dia, syarat PSBB bukan hanya dari sisi kesehatan, melainkan ada faktor lainnya yang saling terkait antara daerah satu dengan daerah lainnya dari sisi sosial, ekonomi, dan budaya. “Itulah kenapa yang bisa mengajukan PSBB adalah pemerintah di tingkat provinsi,” ucap dia.

Sejauh ini Dokter Oky, sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso, tidak menampik sudah adanya penularan atau transmisi lokal penyakit yang disebabkan virus Corona itu di Bumi Projotamansari. Total ada empat kecamatan yang sudah terjadi tranmisi lokal, yakni Kecamatan Kasihan, Sewon, Piyungan, dan Banguntapan.

Akan tetapi tranmisi lokal yang terjadi, kata dia, masih terbatas dalam lingkup keluarga dan antardusun di dalam satu kecamatan dan belum sampai melintas sampai ke kecamatan lain. “Tranmisi lokal sampai se-Bantul belum,” kata Oky.

Selain transmisi lokal yang belum meluas, Oky menyebut syarat PSBB adalah adanya peningkatan jumlah pasien positif ternfeksi Covid-19 dan peningkatan pasien positif yang meninggal dunia. Ia mengaku ada peningkatan pasien positif, namun angka yang meninggal dunia menurun, sehingga belum bisa dikatakan memenuhi syarat PSBB.

Sejak Covid masuk Bantul pada pertengahan Maret lalu sampai 7 Mei 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul mencatat ada 32 orang yang positif Covid-19. Dari jumlah tersebut sebanya 13 orang sembuh dan dua orang meninggal dunia. Sisanya sebanyak 17 orang masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19.