Warga Terdampak Pandemi di Bantul Terima BST Tahap I

Bupati Bantul Suharsono (empat dari kanan) memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap I kepada salah seorang warga di Balai Desa Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Bantul, Selasa (12/5/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
12 Mei 2020 19:42 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Suharsono menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap pertama dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada warga terdampak Coronavirus Disease atau Covid-19. Penyerahan BST secara simbolis dilakukan di Balai Desa Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Bantul, Selasa (12/5/2020).

Suharsono mengatakan ada 18.310 kepala keluarga (KK) di Bantul yang menerima BST dengan nilai Rp600.000 per bulan yang diberikan selama tiga bulan dari April, Mei, dan Juni atau totalnya sekitar Rp1,8 juta per KK. Proses penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui Kantor Pos sebanyak 15.874 KK dan sisanya dibagikan melalui bank.

Dia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di masa pandemi Covid-19 ini. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang terdampak Covid-19. Saya merasakan betul bagaimana kesulitan yang dialami warga pada masa pandemi ini,” kata Suharsono seusai menyerahkan bantuan.

Menurut Suharsono bantuan tersebut merupakan salah satu jenis bantuan dari Kementerian Sosial. Selain itu selama masa pandemi Covid-19 ini terdapat sejumlah bantuan seperti bantuan pangan nontunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa.

Khusus BLT dana desa rencananya akan dicairkan mulai akhir pekan ini dengan besaran Rp600.000 per bulan selama tiga bulan. Pemkab Bantul juga menyiapkan BLT dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul dengan nilai yang sama, yakni Rp600.000 per bulan selama tiga bulan.

BLT dari APBD tersebut, kata dia, rencananya diberikan setelah penerima bantuan dari Pemerintah Pusat tuntas. “Bantuan dari APBD Bantul yang terakhir kami akan jadi sapu jagatnya setelah proses bantuan dari Pusat dan desa selesai,” kata Suharsono.

Dalam kesempatan tersebut pensiunan Polri berpangkat Komisaris Besar (Kombes) ini juga kembali mengingatkan warga agar tidak lengah terhadap penyebaran infeksi Covid-19 yang belum mereda. Caranya dengan tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), membiasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak, dan menggunakan masker jika terpaksa harus keluar.

“Mohon bantuannya supaya virus Corona segera hilang, maka harus ada kerjasama. Patuhilah anjuran pemerintah,” ucap Suharsono.

Kepala Kantor Pos Bantul Arif Budi Hartanto mengatakan ada 15.874 KK atau keluarga penerima manfaat (KPM) BST yang disalurkan melalui Kantor Pos di Bantul. Data itu tersebar di 17 kecamatan.

Pihaknya sudah memegang data penerima tersebut dan sudah mengirimkan undangan untuk pencairan di kantor pos dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga. Dalam undangan tersebut juga terdapat barcode atau kode batang untuk pencairan. “Sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam proses pencairan BST di hari pertama ini,” kata Arif.

Wanita Disabilitas

Pada hari yang sama, Bupati Suharsono juga memberikan bantuan paket sembako dan uang tunai kepada 26 keluarga dengan jumlah 42 anggota yang tergabung dalam Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Bantul di Lobby Gedung Induk, kompleks Parasamya.

Seorang disabilitas penerima bantuan, Musirah, mengucapkan rasa terimakasih karena telah diberi bantuan.Warga Pendowoharjo Sewon itu mengaku sangat membutuhkan bantuan.

Pasalnya, semenjak merebaknya pandemi virus corona usaha miliknya sepi pembeli. Setiap hari perempuan berusia 53 tahun itu mengaku berjualan daging kambing di Patangpuluhan, Kota Jogja.

“Awalnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tetapi semenjak pandemi tidak ada yang beli," kata dia.