Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Gugus Tugas Penanganan Coivd-19 DIY mengumumkan satu penambahan kasus positif Corona pada Senin (1/6/2020). Kabar baiknya, sebanyak enam kasus dinyatakan sembuh setelah hasil laboratorium negatif sebanyak dua kali berturut-turut.
Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menuturkan pasien baru diidentifikasi sebagai Kasus 239, laki-laki 38 tahun warga Bantul. “Riwayat kasus ini baru kembali dari Sukabumi,” ujarnya.
Adapun kasus sembuh meliputi Kasus 104, laki-laki 79 tahun warga Sleman; Kasus 156, laki-laki 25 tahun warga Bantul; Kasus 163, perempuan 48 tahun warga Kota Jogja; Kasus 223, perempuan 50 tahun warga Gunungkidul; Kasus 224, laki-laki 20 than warga Gunungkidul; dan Kasus 228, laki-laki 25 tahun warga Sleman.
Dengan penambahan ini, total kasus positif DIY menjadi sebanyak 237 kasus, dengan 167 pasien telah sembuh. Sementara total hasil laboratorium negatif sebanyak 1.144 orang dan masih dalam proses sebanyak 153 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.