Malioboro Mulai Ramai, Ini Respons Satpol PP DIY..

Malioboro pada Minggu (7/6/2020) sore. - Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
08 Juni 2020 10:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Satpol PP DIY akan terus melakukan pengawasan di sejumlah titik yang mulai muncul keramaian karena DIY masih dalam masa tanggap darurat sehingga belum ada pelonggaran aktivitas.

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, mengatakan pada Sabtu (6/6/2020) malam dan Minggu (7/6/2020) terjadi keramaian yang didominasi oleh pengguna sepeda di sekitar Malioboro dan Titik Nol. "Cukup mengkhawatirkan karena tidak mengindahkan protokol kesehatan," ujarnya, Minggu (7/6/2020).

Munculnya titik-titik keramaian ini menurutnya terjadi karena masyarakat mendengar berita kasus Covid-19 yang mulai melandai. Padahal, DIY saat ini sebenarnya masih menerapkan status masa tanggap darurat hingga Selasa (30/6/2020) mendatang.

Karena masih dalam masa tanggap darurat, pihaknya juga belum melonggarkan aktivitas masyarakat. "Satpol PP konsisten dengan penegakan protokol kesehatan. Namun di samping itu, diperlukan kesadaran masyarakat untuk mendukungnya," katanya.

Pihaknya bersama tim Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY setiap hari melakukan pengawasan mulai pukul 06.00 WIB hingga 23.30 WIB, dengan mengerahlan setidaknya 180 personil.

Pengawasan tersebut dibagi dalam tiga sif, masing-masing sif terdiri dari 10 regu yang ditempatkan di sejumlah titik. Karena menjadi area rawan keramaian, khusus Malioboro dan Alun-Alun Utara diawasi oleh dua regu.

Sejumlah titik yang kerap menimbulkan keramaian diantaranya sepanjang Malioboro, Alun-Alun Utara sisi timur, Alun-Alun Selatan, Titik Nol, Tugu, Pasar Giwangan, Pasar Kranggan, Pasar Sentul, Pasar Demangan, Ruko Babarsari, Mi Gacoan Jalan Taman Siswa, toko emas Jalan Godean dan toko sepeda Jalan Brigjen Katamso.

Meski kasus covid-19 di DIY cenderung menurun, ia tetap mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan. "Tetap pakai masker, terus jaga jarak," ujarnya.