Usulan Jabatan Kades Diperpanjang, Mendagri: Kami Pelajari Dulu
Mendagri Tito Karnavian menyatakan pemerintah akan mempelajari usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa yang diajukan perkumpulan Kades AMJ.
Suasana di Terminal Bus Giwangan, Jogja, Senin (3/6/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA - Bus dari wilayah yang sudah mengakhiri kebijakan pembatasan sosial berskala besar di masa pandemi Covid-19 seperti Surabaya, tampak memadati Terminal Giwangan.
“Sudah ada bus yang masuk dari Surabaya karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah berakhir. Namun, jumlahnya baru segelintir saja,” kata Koordinator Satuan Pengelola Terminal Giwangan Yogyakarta Bekti Zunanta, Kamis (11/6/2020).
Selama PSBB untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya berlangsung, Bekti menyebut, sama sekali tidak ada satu pun bus tujuan Surabaya maupun daerah lain di Jawa Timur yang beroperasi di Terminal Giwangan Yogyakarta.
Namun, sejak Rabu (10/6/2020) sudah ada puluhan bus dari arah maupun tujuan Surabaya yang mulai beroperasi di Terminal Giwangan Yogyakarta meskipun tidak membawa banyak penumpang.
Berdasarkan data Terminal Giwangan Yogyakarta, pada Rabu (10/6/2020) tercatat ada sekitar 50 bus tujuan Surabaya yang masuk, dengan rata-rata ditumpangi delapan hingga 10 penumpang per bus.
“Bus tersebut tidak hanya masuk dari arah Surabaya saja, karena ada pula beberapa bus yang memiliki jurusan Surabaya-Yogyakarta-Purwokerto. Jadi, ada yang masuk dari Purwokerto untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Surabaya,” katanya.
Jumlah perusahaan otobus dari wilayah Jawa Timur yang melayani penumpang, lanjut dia, juga masih terbatas, yaitu dua perusahaan saja.
Pada Rabu (10/6/2020) terdapat 148 bus antar kota antar provinsi (AKP) yang masuk ke Terminal Giwangan dan 50 di antaranya adalah armada bus tujuan Surabaya. Jumlah tersebut meningkat jika dibanding kedatangan bus AKAP pada Selasa (9/6) yaitu 110 bus dengan total 118 penumpang.
Sementara itu, Pengelola Administrasi Terminal Giwangan Yogyakarta Aji Fajar mengatakan, sudah ada beberapa bus yang diberangkatkan menuju Jakarta meskipun saat diberangkatkan dari Giwangan tidak membawa penumpang.
“Untuk bisa masuk ke Jakarta, penumpang harus membawa surat izin keluar masuk (SIKM). Mungkin saja, ini juga menyulitkan penumpang untuk bepergian ke Jakarta,” katanya.
Sedangkan untuk bus yang masuk ke Giwangan dari arah Jakarta juga masih ada, namun penumpang yang memanfaatkannya pun tidak banyak, hanya satu atau dua penumpang untuk tiap bus yang datang.
“Untuk saat ini, kami cukup memberlakukan protokol kesehatan wajib saja bagi penumpang yang datang yaitu pengukuran suhu tubuh, cuci tangan, dan masuk bilik disinfektan. Pencatatan data tidak lagi dilakukan,” katanya.
Bagi penumpang yang hendak memanfaatkan transportasi menggunakan bus AKAP, juga diminta untuk membawa surat keterangan sehat dan persyaratan lain yang dibutuhkan.
“Bus dari Purwokerto, Cilacap, Magelang, Solo, dan Tasikmalaya masih rutin masuk ke Terminal Giwangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mendagri Tito Karnavian menyatakan pemerintah akan mempelajari usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa yang diajukan perkumpulan Kades AMJ.
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
DTSEN mencatat 4,33 juta KPM baru sejak diterapkan. Pemutakhiran data dilakukan agar bansos menjangkau warga yang memenuhi kriteria.
Tiga awak KM Balama GT 27 ditemukan selamat setelah hilang kontak tiga hari di perairan Banggai dan terdampar di Sulawesi Utara.
Suahasil Nazara menegaskan komitmen menjaga APBN agar mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia hingga 2029.
Desa Wisata Sasak Ende menghadirkan kehidupan tradisional Sasak lewat rumah adat, Gendang Beleq, Peresean dan aktivitas warga.