Persijap Jepara Tertinggal dari Borneo FC, Varanda Cetak Gol Cepat
Persijap Jepara tertinggal 0-1 dari Borneo FC pada babak pertama. Rodrigo Varanda mencetak gol cepat saat laga baru berjalan tiga menit.
Ilustrasi rapid test Covid-19./Antara-Novrian Arbi
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul akan menggelar rapid diagnostic test (RDT) Covid-19 kepada 975 orang di pasar kabupaten tersebut dan sejumlah swalayan di wilayah perbatasan Kota Jogja.
Rapid test yang digelar untuk mencegah timbulnya klaster baru tersebut dijadwalkan digelar pekan depan. “Kami dapat sekitar 2.000 RDT untuk 975 orang. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Satgas Penanganan Covid-19 terkait pelaksanaannya pekan depan,” kata Plt Kepaka Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Bantul Budi Nur Rokhmah, Senin (15/6/2020).
Menurut dia, selain menyiapkan 20 petugas, Dinkes Bantul berencana menggandeng petugas dari puskesmas terdekat dan Satpol PP Bantul.
“Untuk teknisnya saat ini kami terus berkoordinasi dengan mereka,” lanjutnya.
Kepala Dinas Perdagangan Bantul Bantul Sukrisna Dwi Susanta mendukung langkah Dinkes Bantul menggelar rapid test di sejumlah titik.
“Saat ini koordinasi tengah kami lakukan untuk pelaksanaannya,” ucap Sukrisna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persijap Jepara tertinggal 0-1 dari Borneo FC pada babak pertama. Rodrigo Varanda mencetak gol cepat saat laga baru berjalan tiga menit.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 13 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.
Andika Mahesa meminta publik tenang setelah Dodhy mengumumkan Kangen Band bubar. Ia akan menemui seluruh personel di Jakarta.
Pameran Nasirun digelar di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Oktober 2026, sekaligus menjadi pameran terakhir sebelum revitalisasi.