Sambut New Normal, Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Siapkan SOP

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
15 Juni 2020 21:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGOGugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kulonprogo menyusun standar operasional prosedur (SOP) dalam menghadapi new normal atau tatanan hidup baru.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo, Sri Budi Utami, mengatakan SOP dibuat oleh tiap organisasi perangkat daerah (OPD). Ada tiga poin yang ditekankan dalam SOP yakni kewajiban memakai masker, penyediaan tempat cuci tangan dan pengaturan jarak. Ketiga hal itu sesuai anjuran Kementerian Kesehatan dan WHO.

Kehadiran SOP diperlukan supaya OPD dan mitra kerjanya bisa menjalankan program maupun aktivitas di masa new normal sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. "OPD dan mitra kerjanya bertanggung jawab atas SOP yang dibuat. Misalnya Dinas Pariwisata, maka wajib bekerjasama dengan pelaku wisat. Semuanya harus dibahas agar protokol kesehatan di tempat wisata bisa benar-benar diterapkan sesuai SOP yang berlaku," ujarnya, Senin (15/6/2020).

Perempuan yang akrab disapa Budi ini mengatakan sebagus apapun aturan, yang paling penting adalah kepatuhan. Oleh karena itu, kehadiran SOP di semua lini mulai dari kesehatan, pariwisata hingga perekonomian menjadi patokan OPD, mitra kerja, serta masyarakat. SOP ini juga dikuatkan dengan payung hukum berupa aturan pemerintah kabupaten atau Surat Edaran (SE) Bupati.

Budi menjelaskan pemberlakuan SOP masih akan melihat perkembangan di lapangan, mengingat saat ini Pemda DIY masih memberlakukan status Tanggap Darurat Covid-19. Jika di akhir Juni 2020 Gubernur DIY mencabut status, artinya DIY beralih ke new normal, sehingga SOP bisa langsung diterapkan. "SOP ini bentuk persiapan kami jika sewaktu-waktu new normal diberlakukan," ucapnya

Bupati Kulonprogo, Sutedjo, membenarkan jika Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kulonprogo tengah menyusun SOP sembari menunggu keputusan Pemda DIY terkait dengan pemberlakuan new normal. SOP ini penting supaya pelayanan pemerintah dan aktivitas masyarakat tetap sesuai dengan protokol kesehatan. "Penyusunan SOP ini merupakan bentuk kemandirian dan kesiapan Kulonprogo menyambut new normal, dan dalam pelaksanaannya nanti menyeleraskan SOP dari Pemda DIY," ucapnya.

Sutedjo mengatakan tantangan terberat saat ini bukan tentang pembuatan SOP, tetapi bagaimana agar masyarakat bisa benar-benar mematuhi protokol kesehatan. Ia berharap warga Kulonprogo bisa sadar tentang pentingnya penerapan protokol di tengah masa pandemi. "Jangan sampai ada yang merasa baik-baik saja kemudian abai terhadap protokol kesehatan. Masyarakat harus mengubah cara pandang bahwa semua harus hidup sehat jangan dan sampai egois dan tidak memikirkan orang lain," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat Kulonprogo bisa membudayakan pola hidup sehat mengingat virus Corona bisa muncul kembali sewaktu-waktu. "Dan antisipasinya dengan menaati protokol kesehatan," ucapnya.