Indonesia UFO Network, Platform Terbuka bagi Komunitas Pecinta Astronomi 

Indonesia UFO Network. - Ist
20 Juni 2020 01:27 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Indonesia UFO Network (IUN) merupakan jaringan yang terdiri dari 28 komunitas dan institusi non-profit di Indonesia yang bergerak dalam bidang astronomi, space science, peradaban, sejarah, hingga riset UFO. Darkside of Dimension atau Blueprint Lemurian juga menjadi bagian dari IUN yang berdiri pada Juli tahun 2019.

Komunitas dan institusi yang terlibat termasuk BETA UFO, UFO Investigator, META UFO, Atlantis Indonesia, Turanggaseta, Cahaya Nusantara, ETI Research, IMIC, Jogja ASTRO Club, Islamic UFO, UFONESIA, v.u.f.o.c, Indonesian UFO Hunters, Soulstar Indonesia, LANTERHA, GOG-MS, LPTI-PM, SETI Conference, dan masih banyak lagi lainnya.

Platform antar komunitas ini sebagai wujud kolaborasi-partisipasi aktif untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan.

Venzha Christ dan Setyawan Haryanto (Ipank) sebagai founding fathers dari IUN memiliki tujuan sederhana, yakni wahana untuk saling berbagi serta menjalin networking.

Mengapa menggunakan nama UFO?

"Karena kata UFO dinilai menjadi yang paling mewakili berbagai ranah ketertarikan dan beragamnya sudut pandang dari masing-masing komunitas dan lembaga yang tergabung dalam IUN yang mayoritas ada irisan sains dan teknologinya." katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (19/6/2020). 

Alasan kedua, diharapkan bahwa dengan menggunakan kata UFO akan lebih memudahkan publik untuk bisa lebih tertarik pada pembelajaran sains dan teknologi, khususnya astronomi dan space science.

"Kata UFO dinilai dan disepakati menjadi kata yang paling populer di masyarakat untuk bisa lebih dekat dengan makna antariksa, dan imajinasi tentang perkembangan teknologi," lanjut Ipank.

"IUN tidak terdiri dari person atau individu-individu, tapi lebih ke sebuah forum yang terdiri dari banyak komunitas dan institusi".

Lebih jauh, Venzha mengatakan jika IUN juga menjadi tempat sharing multi-perspektif antar komunitas dan disiplin ilmu pengetahuan.

"IUN adalah berkumpulnya berbagai komunitas dan institusi lintas disiplin, selain komunitas tentang UFO, juga penggiat/periset di ranah Astronomi, ET, SETI, Sejarah Peradaban, maupun Space Science, jadi sangat beragam dari berbagai area keilmuan," ujar Venzha.

Selain komunitas yang beragam, LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) juga turut andil dalam IUN sebagai scientist dalam kepakaran sains luar angkasa.

“Saya mendukung ini [IUN] sebagai upaya menyosialisasikan sains luar angkasa kepada khalayak yang lebih luas. UFO merupakan isu populer dan bisa jadi pendorong percakapan sains di tengah masyarakat,” kata Gunawan Admiranto, peneliti dan astronompeneliti fisika Matahari dari LAPAN - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Sudah ada banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh IUN, baik secara lembaga atau organisasi, maupun kegiatan-kegiatan yang bersifat parsial yang dilakukan oleh masing-masing komunitas dan institusi di dalamnya.

Contoh menarik adalah pada ranah sejarah dan budaya, kita melakukan studi perjalanan ke berbagai situs-situs kuno yang juga kita tahu bahwa banyak sekali peninggalan-peninggalan nenek moyang kita yang berkaitan dengan ilmu astronomi dan space science. Situs-situs itu bisa berupa candi seeprti Candi Abang, petilasan, ataupun peninggalan artefak-artefak yang masih bisa kita saksikan dan kunjungi keberadaannya, serta masih bisa dibaca dengan jelas narasi-narasi di belakangnya.

Dalam ranah sains dan teknologi, IUN juga mengadakan kunjungan dan kerjasama dengan berbagai lembaga dan institusi yang terkait dengan space science, astronomi, maupun riset-riset berbasis teknologi. Setiap tahun IUN dijadwalkan untuk bisa melakukan kunjungan, presentasi, saling bertukar informasi, serta mengenal lebih jauh tentang perkembangan-perkembangan terkini di area space science dengan LAPAN misalnya.

Deklarasi IUN pada tahun 2019 yang lalu bahkan juga dihadiri oleh Putra Presiden ke 2 RI Bpk. BJ Habibie, Yakni Bpk. Ilham Habibie (The Habibie Center), Premadi W Premana (ITB dan Observatorium BOSSCHA), Yusuke Murakami (MARS Society), dan pakar astrofisika dari LAM (Laboratoire d’Astrophysique de Marseille), Frederic Zamkotsian yang bertempat di Lembaga Indonesia Perancis -LIP di Jalan Sagan, Yogyakarta.

Indonesia UFO Network kedepannya akan berfokus ke arah lintas disiplin, lintas komunitas, dan lintas kolaborasi dalam kegiatan temu ilmiah dan investigasi dengan berbagai ahli.