Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan tiga penambahan kasus positif pada Rabu (8/7/2020). Dua kasus merupakan hasil tracing dan satu kasus memiliki riwayat perjalanan luar daerah. Sementara tiga kasus dinyatakan sembuh.
Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus meliputi Kasus 349, laki-laki 47 tahun warga Gunungkidul; Kasus 350, laki-laki 15 tahun warga Gunungkidul; dan Kasus 351, laki-laki 32 tahun warga Bantul.
Kasus 349 dan 350 merupakan hasil tracing dari kasus positif yang sama, yakni Kasus 324. Sementara kasus 351 memiliki riwayat perjalanan dari Papua. “Laporan ini hasil pemeriksaan pada 243 sampel dari 172 orang,” ujarnya.
Adapun kasus sembuh meliputi Kasus 250, laki-laki 39 tahun warga Banguntapan, Bantul; Kasus 266, perempuan 42 tahun warga kalasan, Sleman; dan Kasus 321, perempuan 24 tahun warga Bantul, Bantul.
Satu pasien dalam pengawasan (PDP) dilaporkan meninggal, yakni perempuan 81 tahun warga Gunungkidul. Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 349 kasus, dengan 285 kasus telah sembuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 6 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 6 September 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarif Rp8.000.
Berikut 12 mobil Jepang yang dikenal irit BBM di Indonesia, mulai dari Brio, Ayla, Sigra hingga Yaris Cross Hybrid dan Innova Zenix Hybrid.
Bappenas dan Dewan Pers memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem pers BEJO’S sebagai mitra strategis pembangunan nasional.
Sejumlah reklame di Sleman ditutup karena belum membayar pajak. Penertiban sejak Juli 2026 mulai mendorong pemilik reklame melunasi kewajibannya.