2 Hari Tambah 131 Kasus, Begini Kondisi Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di DIY..

Ilustrasi. - Reuters
02 Agustus 2020 09:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kasus positif Covid-19 di DIY mengalami lonjakan sebanyak 131 orang terinfeksi virus corona dalam dua hari laporan. Meski demikian, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY menyatakan masih tersedia tempat tidur di RS rujukan Covid-19.

Berdasarkan data yang disampaikan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, hasil pemeriksaan laboratorium terkonfirmasi positif Covid 19 di DIY pada Jumat (31/7/2020) sebanyak 64 kasus sehingga total kasus positif menjadi 674 kasus atau Kasus 616 hingga Kasus 679. Distribusi kasus berdasarkan domisili terdiri atas Kota Jogja sembilan kasus, Bantul 23 kasus, Gunungkidul empat kasus dan Sleman 28  kasus, Kulonprogo tidak ada penambahan kasus di hari itu.

BACA JUGA : Tenaga Kesehatan Puskesmas Sewon II yang Positif Covid-19

Sedangkan penambahan kasus pada Sabtu (1/8/2020) tercatat 67 orang terinfeksi corona dengan kode Kasus 680 hingga Kasus 746. Distribusi kasus berdasarkan domisili terdiri atas tiga kasus dari Kota Jogja, 19 kasus dari Bantul, dua kasus dari Kulonprogo, 40 kasus dari Sleman dan tiga kasus di antaranya masih dalam penelelusuran domisili pasien. Gunungkidul nihil kasus di Sabtu (1/8/2020).

Terkait peningkatan kasus tersebut Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih memastikan RS Rujukan masih ada tempat tidur yang tersedia. Sesuai data Jumat (31/7/2020) tercatat masih ada 23 tempat tidur critical atau yang dilengkapi dengan ventilator dan 93 tempat tidur non critical yang tersebar di berbagai RS rujukan di DIY.

BACA JUGA : Banyak Tenaga Kesehatan di DIY Terinfeksi Covid-19, tetapi

“Update per Jumat 31 Juli 2020 untuk tempat tidur critical [RS Rujukan] ketersediaan 29 tempat tidur yang terpakai enam tempat tidur. Untuk yang non critical ketersediaan 321 tempat tidur yang terpakai 228 tempat tidur,” katanya, Jumat (31/7/2020).

Sebelumnya, selama dua hari pada rekap data per Jumat (31/7/2020) dan Sabtu (1/8/2020) terjadi penambahan sebanyak 43 karyawan kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19.

Karyawan Kesehatan

Selama dua hari itu pula jumlah kasus positif Covid-19 di DIY mengalami lonjakan yang signifikan. Jika pada Jumat tercatat total ada penambahan 64 kasus dalam sehari merupakan hasil pemeriksaan dari 1.085 sampel diambil dari 760 orang. Sedangkan Sabtu kemarin ada 67 kasus baru dengan jumlah yang diperiksa di laboratorium sebanyak 734 sampel dari 639 orang.

Jika pada Jumat (31/7/2020) distribusi kasus paling besar berasal dari hasil screening karyawan kesehatan dengan angka mencapai 26 positif Covid-19. Sedangkan pada Sabtu (1/8/2020), screening karyawan kesehatan juga menunjukkan hasil cukup tinggi dengan angka penambahan 17 kasus dalam sehari.  Dengan demikian dalam dua hari terakhir ada 43 kasus baru yang berasal dari kalangan karyawan kesehatan.

Berty Murtiningsih membenarkan bahwa hasil screening karyawan kesehatan itu lebih banyak didominasi berasal dari Bantul. “Njih [iya] [didominasi] Bantul,” katanya Sabtu (1/8/2020).

BACA JUGA : Pasien Baru Covid-19 di Gunungkidul Berasal dari Klaster 

Berty tak menjelaskan secara detail karyawan kesehatan tersebut terdiri dari jenis profesi apa saja, namun ia memberikan gambaran mereka bekerja di fasilitas layanan kesehatan seperti Puskesmas.

“Karyawan kesehatan, dari Puskesmas,” katanya lagi.

Selain karyawan kesehatan, distribusi kasus berdasarkan riwayat dengan angka cukup tinggi sebanyak 24 kasus pada Jumat (31/7/2020) yang belum diketahui secara pasti keterangan atau asal muasal riwayatnya. Kemudian disusul adanya hasil tracing karyawan salah satu koperasi di Sleman dengan angka sebanyak 17 kasus pada Sabtu (1/8/2020).

Berty mengatakan peningkatan kasus di DIY ini salah satunya disebabkan karena dilakukan screening massal. “Di antaranya begitu [karena swab massal dan screening],” ujarnya.