Ada Pandemi, BLK Bantul Produksi Masker

Foto ilustrasi. - Antarafoto
23 Agustus 2020 16:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul menambah fokus pelatihan keahlian masyarakat, yakni pembuatan masker dan wastafel di masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Bahkan di BLK sudah memproduksi sebanyak 8.000 masker dan 16 wastapel yang kemudian disumbangkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul.

Sekretaris Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti mengatakan fokus pelatihan pembuatan masker dan wastafel ini sesuai dengan kondisi saat ini, sehingga keahlian membuat masker dan wastapel diakuinya menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Pihaknya menyediakan anggaran Rp150 juta dari total Rp1,6 miliar untuk keahlian pembuatan masker dan wastafel.

“Sekarang yang dilatih sudah berhasil memproduksi masker sebanyak 8.000 dan 16 wastafel,” kata Istirul, Minggu (23/8/2020).

Pelatihan sudah dilangsungkan sejak beberapa bulan lalu. Adapun keahlian lainnya ada 37 jenis, di antaranya tata boga, kelistrikan, las, otomotif, administrasi perkantoran, tata rias pengantin, teknik komputer, hingga keahlian kebandaraan seperti tiketing dan kargo. Khusus tiketing dan kargo ini, kata Istirul, sebagia kesiapan menyambut beroperasinya bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo.

Lebih lanjut Istirul mengatakan paket pelatihan yang sempat terganggu karena pandemi, saat ini sudah dilanjutkan kembali di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini. Namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti semua peserta dan pelatih mengenakan masker, pengecekan suhu, hingga jaga jarak selama proses pelatihan.

“Peserta pelatihan juga dibatasi 16 orang setiap dari 32 orang tiap jenis pelatihan keahlian,” ucap Istirul.

Sebelumnya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Eko Sutrisno Aji mengatakan di masa pandemi ini banyak masyarakat yang terdampak. Pemkab, kata dia, tidak bisa menghentikan semua kegiatan, melainkan tetap dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan. Menurut dia, banyak kegiatan yang bisa dilakukan selama pandemi, seperti pelatihan keahlian dan juga padat karya.