YIA Jadi Stimulus Pertumbuhan Ekonomi

Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019). - Harian Jogja / Hafit Yudi Suprobo
27 Agustus 2020 18:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Yogyakarta International Airport (YIA) akan diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo Jumat (28/8/2020) ini. Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, berharap ke depan YIA mampu merangsang pertumbuhan ekonomomi Jogja, terutama bagi rakyat kecil.

Ia mengatakan sebelum peresmian, penerbangan di YIA sudah meningkat. Beberapa maskapai juga menambah rute penerbangan, seperti Garuda Indonesia yang menambah rut eke Balikpapan dan Palembang. “Bagi saya tidak masalah, yang penting bagaimana mereka punya kesadaran untuk melaksanakan protokol Kesehatan,” uajrnya, Kamis (27/8).

Di samping itu, Pemda DIY juga telah menyiapkan Jogja Pass sebagai Langkah antisipasi bertambahnya mobilitas masyarakat antar daerah, agar tetap memungkinkan untuk dilakukan tracing jika ditemukan kasus positif.

Kedepan YIA diharapkan mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi DIY. “Ekonomi masyarakat Jogja semakin tumbuh, masyarakat kecil mencari sesuap nasi lebih mudah. Jangan ditakut-takuti corona sehingga tidak mau jualan, nanti lapar semua.

Ia juga berharap masyarakat dapat beradaptasi dengan covid-19 karena tidak mungkin selamanya diberlakukan masa tanggap darurat. “Mungkin corona naik-turun terus, ya sudah bagaimana masyarakat beradaptasi saja. Membiasakan beraktivitas dengan menjaga protokol Kesehatan,” ungkapnya.

Senada dengan Sri Sultan HB X, Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan YIA bisa memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi DIY. “Saat dibangun pun sebenarnya sudah cukup memberi sumbangan pertumbuhan ekonomi sampai 6,6 persen, karena dibangun dengan dana yang besar dan cepat,” katanya.

Ia menceritakan saat masih menggunakan Adisucipto, banyak maskapai yang mau menambah pesawat tidak bisa dipenuhi karena keterbatasan ruang. Di YIA, kapasitas bisa lebih banyak dan direct flight juga bisa semakin banyak sehingga memudahkan mereka yang mau melakukan kunjungan baik bisnis maupun wisata.

Dengan keberadaan YIA, ia yakin daerah di sekitarnya dapat menjaddi kota satelit untuk menunjang fasilitas bandara. Ia mencontohkan fasilitas akomodasi berupa hotel, yang tidak saja digunakan untuk pengunjung, tapi juga awak pesawat.

Kulonprogo yang direncanakan menjadi aerometropolis sudah ditata agar arah pembangunannya jelas, terkendali dan tidak tumbuh sendiri-sendiri. “Kabupaten Kulonprogo harus punya masterplan mana yang dipakai hotel, mana yang bisnis, mana yang perkantoran dan sebagainya,” ungkapnya.