PILKADA SLEMAN: Hasil Uji Swab Belum Keluar, Muslimatun-Amin Purnama Gagal Mendaftar

Ilustrasi. - Freepik
04 September 2020 20:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rencana pasangan calon (Paslon) Sri Muslimatun-Amin Purnama (MuliA) untuk mendaftar pada hari pertama, Jumat (4/9/2020) batal dilakukan. Paslon yang diusung tiga partai NasDem, Golkar dan PKS ini terkendala masalah teknis.

Dari pantauan Harian Jogja di KPU Sleman petugas keamanan baik dari TNI/Polri sudah berjaga-jaga di sekitar lokasi sejak pagi. Rencananya paslon MuliA dijadwalkan menyerahkan dokumen pendaftaran sebagai Cabup-Cawabup ke KPU Sleman pada pukul 09.00 WIB. Namun hingga berita ini diturunkan, rombongan paslon tersebut juga belum datang.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPC NasDem Sleman Surana mengatakan pihaknya masih menunggu keluarnya hasil uji swab. Hasil uji swab menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi calon untuk melakukan pendaftaran. "Tinggal menunggu uji swab karena hasilnya belum keluar. Kami juga akan berkonsultasi dengan KPU," katanya saat dihubungi Harian Jogja, Jumat (4/9/2020).

Hal senada disampaikan Ketua DPC Golkar Sleman Janu Riyanto. Dia mengatakan jika rencana penyerahan dokumen pendaftaran bakal calon diundur pada Sabtu (5/9/2020). Hal ini dikarenakan ada persyaratan yang belum dapat dipenuhi. "(Pendaftaran) diundur besok sambil nunggu kelengkapan persyaratan. Iya, hasil swab (belum keluar). Jamnya besok tergantung hasil uji swab itu," katanya.

Dijelaskan Janu, masalah uji swab pasangan MuliA ini seperti diping-pong. Awalnya kewajiban melampirkan hasil swab tersebut diterima pada 2 September oleh pasangan MuliA. Lantas pada 3 September keduanya melakukan uji swab ke RSUD Sleman di mana untuk mengetahui hasilnya dialihkan ke laboratorium swasta. Namun demikian, oleh laboratorium tersebut sample uji swab tersebut rupanya diperiksa di Surabaya. "Harusnya pagi ini hasilnya keluar. Hanya saja uji swab hasilnya nunggu dari Surabaya kan lama. Akhirnya tadi uji swab di RSUP Sardjito, kami berharap agar hasilnya bisa segera keluar," katanya.

Bakal Cawabup Amin Purnama. Menurut Amin pihaknya masih menunggu kelengkapan dokumentasi yang disyaratkan oleh KPU. Dia masih menunggu keputusan dari Tim, apakah pendaftaran tetap digelar hari ini atau tidak. "Belum fik (mendaftar) masih menunggu hasil swab dan rapid tes. Kalau hari ini sudah siap semua persyaratan bisa daftar hari (Jumat) ini, sebaliknya kalau belum fik kami tunda dulu pendaftaran (besok). Semua dokumentasi sudah langkah tinggal hasil swab saja," katanya.

Terkait hal itu, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sleman, Noor Aan Muhlishoh sesuai PKPU No.10/2020 tentang perubahan PKPU No.6/2020 disebutkan pasangan calon harus negatif swab. Ini salah satu persyaratan yang disepakati juga oleh IDI. "Harus diserahkan saat pendaftaran. Jika belum paslon tidak bisa hadir dan pendaftaran kami terima. Yang penting hasil PCR tidak menggugurkan pencalonan," katanya.

Jika ada paslon yang positif, maka harus menjalani pengobatan sebagainana yang sudah diatur. Kemudian ditest lagi sampai hasilnya negatif. Jika hasilnya negatif maka proses pendaftaran bisa dilanjutkan. "Kami sudah sosialisasikan masalah pendaftaran pada 1 September. Waktu itu memang belum ada PKPU yang baru, masih himbauan. Tetapi dua hari setelahnya PKPU turun sehingga harusnya sudah dipahami oleh partai dan calon," katanya.

Batas waktu pengumpulan hasil negatif swab ke KPU pada hari terakhir pendaftaran. Ia pun menganjurkan jika hasil swab belum keluar maka penyerahan persyaratan dokumentasi pendaftaran bisa dilakukan tanpa kehadiran pasangan calon. "Tentu saja dengan lampiran surat keterangan dari rumah sakit jika hasil swab keluar tanggal sekian," katanya.