Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Tak Takut COVID-19, Viral Video Kerumunan Orang di Sentra Angkringan Jogja. (Twitter/@DosenGarisLucu)
Harianjogja.com, JOGJA--Kerumunan manusia di kawasan angkringan di Jogja jadi sorotan publik.
Belum lama ini, publik digegerkan dengan sebuah video yang memperlihatkan kerumunan manusia tengah asyik nongkrong di pinggiran jalanan Jogja.
Padahal seperti yang telah kita ketahui, pandemi COVID-19 belum berakhir dan seiring berjalannya waktu kasusnya kian bertambah di sejumlah daerah, tak terkecuali Jogja.
Menghindari kerumunan dan menjaga jarak serta mengenakan masker menjadi kunci utama protokol kesehatan ketika seseorang sedang berada di luar rumah.
Namun, beberapa waktu terakhir, beredar video TikTok yang memperlihatkan betapa abainya warga masyarakat serta wisatawan sedang asyik duduk menikmati angkringan di Jogja tanpa menjaga jarak.
Orang-orang saling berhimpitan sambil menyantap makanan dan minuman seolah tidak ada pandemi.
"Yogyakarta, protokol kesehatan sudah diabaikan. Saatnya tarik rem darurat di kota pendidikan," ungkap akun Twitter @DosenGarisLucu yang mengunggah kembali video TikTok milik akun @barjamahor1412.
Tentu saja, video ini mendadak viral dan cukup membuat warganet yang melihatnya khawatir. Terlebih, di kota sejak awal pandemi belum diberlakukan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Dipantau, Senin (21/9/2020) tidak sedikit warganet yang prihatin dan memberikan berbagai tanggapan mereka melalui kolom komentar.
Yogyakarta, protokol kesehatan sudah diabaikan. Saatnya tarik rem darurat di kota pendidikan. pic.twitter.com/6nAjroyMei
— Dosen Garis Lucu (@DosenGarisLucu) September 20, 2020
"Waktu mudik jalur darat Denpasar-Banyumas lewat lah Malioboro Heran nggak ada takut-takutnya warga Jogja maupun turisnya. Macet padat tanpa masker masih bisa bercanda tawa seperti tidak ada apa-apa, luar biasa," sebut salah seorang warganet.
"Gue sebagai orang yang lagi ada di Jogja, di sini miris ngelihat gitu. Tapi setelah gue perhatian, pas masa pandemi kayak gini plat luar kota kayak H,D,B dan yang lainnya kalian ngapain btw ke sini gitu," imbuh warganet lainnya.
"Lah gimana orang Sultan aja juga bilang \'yo rapopo\' (nggak kenapa-kenapa)," timpal warganet lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Kejagung mengungkap kerugian negara Rp863,84 miliar dalam dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN yang melibatkan lima tersangka.
Mario Suryo Aji mengevaluasi gaya membalap setelah kecelakaan di Tikungan 1 dan bersiap menghadapi Q1 Moto2 GP Indonesia 2026.
Menhub Dudy Purwagandhi meminta aplikator ojol mengawasi perawatan kendaraan. Pengaduan wajib ditanggapi maksimal tujuh hari
Kabut asap akibat karhutla Indonesia membuat Malaysia meliburkan sekolah. Lebih dari 2 juta siswa belajar dari rumah akibat memburuknya kualitas udara.
Hermanto Tanoko mengakuisisi Taman Dayu melalui Tancorp dan Tanrise Property. Simak kisah istri ditegur satpam hingga strategi bisnisnya.