Kundha Kabudayan Dorong Pembentukan Paguyuban MC Jawa

Ilustrasi Buku - Reuters
25 September 2020 12:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Kundha Kabudayaan Gunungkidul berkomitmen untuk melakukan pelatihan pembawa acara atau MC berbahasa Jawa. Meski demikian, untuk memperlancar kegiatan ini ada pembentukan komunitas sebagai wadah didalam pelatihan.

Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, dan Sastra Kundha Kabudayan Gunungkidul, Sigit Pramudyanto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membantu dalam upaya peningkatan dan regenerasi MC Bahasa Jawa. Hal ini bisa dilihat adanya kegiatan pelatihan yang mulai rutin diselenggarakan.

BACA JUGA : Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan MC Berbahasa Jawa 

Untuk tahun ini, ada dua kegiatan, yakni di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo dan Petir, Kapanewon Rongkop. Rencananya di tahun depan pelatihan akan digelar sebanyak 24 kegiatan.

“Tahun ini hanya dua karena ada pemangkasan anggaran untuk penanganan corona,” kata Sigit, Kamis (24/9/2020).

Dia berharap, usai adanya pelatihan ini, kalurahan bisa membentuk paguyuban MC berbahasa Jawa. Menurutnya, keberadaan paguyuban akan sangat membantu pengelolaan Pranatacara Jawa di setiap wilayah. Termasuk mendorong upaya regenerasi, mengingat saat ini sebagian besar Pranatacara di Gunungkidul merupakan kelompok usia tua.

Sigit menuturkan, ada banyak manfaat pada saat ada paguyuban. Salah satunya, keberadaannya bisa mengakses dana keistimewaan yang dialokasikan oleh Pemerintah DIY.

BACA JUGA : Pameran Pernikahan Terakbar Asmaradana Resmi Dibuka 

“Selain itu dengan adanya komunitas maka pelatihan bisa dilakukan lebih sering sehingga kemampuan yang dimiliki bisa terus diasah,” katanya.

Ditambahkan dia, pelatihan pembawa acara ini tidak hanya untuk anak-anak muda. Ini dikarenakan juga memberikan kesempatan kepada kelompok perempuan untuk bisa berpartisipasi.

Menurut Sigit, keberadaan MC perempuan dalam Bahasa Jawa masih sangat minim. Sebagai contoh, beberapa hari lalu mengadakan pelatihan untuk warga Petir, Kapanewon Rongkop. namun, dari 32 peserta, hanya tiga yang berasal dari kelompok perempuan.

“Kami akan terus mendorong agar kegiatan tidak hanya didominasi oleh laki-laki,” katanya.

Ketua Desa Budaya Bejiharjo, Sujarwo mengatakan, keberadaan pembawa acara dalam bahasa jawa didominasi orang tua. Diharapkan dengan adanya pelaltihan maka bisa menjadi sarana peremajaan sehingga kalangan muda mendapatkan kesempatan untuk bisa tampil. “Tempat kami sudah menyelenggarakan pelatihan,” katanya.

BACA JUGA : SEWINDU KEISTIMEWAAN: Ratusan Miliar Danais

Menurut dia, pelatihan ini bisa menjadi modal bagi para peserta untuk menjadi pembawa acara berbahasa Jawa. Pasalnya, dari sisi materi sudah mendapatkan sehingga perlu diasah agar semakin mahir dan fasih menggunakan bahasa Jawa.

“Harus terus dilatih karena dengan terbiasa maka akan semakin lancar menjadi MC berbahasa Jawa,” katanya.