DVI Polri Identifikasi 2 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Alat pendeteksi virus Corona dalam waktu singkat diciptakan UGM.
Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan alat deteksi Covid-19 yang diklaim memiliki kemampuan mendeteksi virus corona baru dalam tubuh manusia dalam waktu cepat.
Melalui siaran pers yang dimuat di laman resmi UGM, alat deteksi Covid-19 melalui embusan nafas yang diberi nama GeNose tersebut telah resmi dilakukan serah terima kepada Kemenristek/BRIN, Kamis (24/9/2020).
Alat deteksi Covid-19 hasil pengembangan para peneliti UGM ini digadang-gadang mampu mendeteksi virus penyebab Covid-19 dalam tubuh manusia dalam waktu cepat.
Ditulis, tidak kurang dari dua menit, hasil tes sudah dapat diketahui apakah seseorang positif atau negatif Covid-19.
"Kalau sebelumnya butuh waktu sekitar tiga menit, kemarin saat uji di BIN sudah bisa turun menjadi 80 detik sehingga lebih cepat lagi," kata anggota tim peneliti GeNose, Kuwat Triyono, di acara Public Expose GeNose: Teknologi Pengendus Covid-19 di Gedung BJ Habibie lantai 24, Jakarta.
Selain cepat melakukan deteksi dan dianggap memiliki akurasi tinggi, GeNose juga dianggap lebih terjangkau dibanding tes usap atau swab test PCR.
Satu unit GeNose diperkirakan memiliki harga Rp40 juta dan dapat digunakan untuk 100.000 pemeriksaan. "Untuk saat ini kemampuan produksi optimum sekitar 50 ribu unit per bulannya," ungkapnya.
Peneliti GeNose lainnya, Dian Kesumapramudya Nurputra, memaparkan GeNose bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama nafas melalui embusan nafas ke dalam kantong khusus.
Selanjutnya diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).
GeNose telah melalui uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta.
Hasilnya, alat tersebut menunjukkan tingkat akurasi sebesar 97 persen. Setelah melalui uji klinis tahap pertama, saat ini GeNose tengah memasuki uji klinis tahap kedua.
BACA JUGA: Waduh, 70 Persen Masker KN95 yang Diimpor AS dari China Tak Penuhi Standar Keamanan
Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro, mengapresiasi alat deteksi Covid-19 lewat embusan nafas yang dikembangkan oleh tim peneliti UGM.
Dia mengatakan pihaknya siap untuk mendukung uji klinis lanjutan GeNose. "Risetl/BRIN melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 siap memberikan dukungan upaya finalisasi GeNose dalam bentuk dukungan uji klinis tahap 2," ucapnya.
Bambang berharap GeNose bisa segera dimanfaatkan secara masif oleh masyarakat dan mentargetkan setidaknya pada Desember 2020, alat tesebut sudah dapat digunakan sebagai skrining.
"Jika sudah uji klinis dan mendapat ijin edar dari Kemenkes, pastikan alat disampaikan pada Satgas bisa menjadi alat tes untuk membantu upaya Indoensia meningkatkan rasio testing," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.