Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Pembukaan Sleman Wedding Festival pada Jumat (2/10/2020) di Atrium Rama Sleman City Hall oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo. /Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN - Demi mewujudkan impian penyelenggaraan pernikahan yang sempat tertunda lantaran adanya pandemi Covid-19, Sleman City Hall menggelar Sleman Wedding Festival untuk memberikan inspirasi penyelenggaraan pernikahan bagi calon pengantin.
Festival pernikahan ini dibuka pada Jumat (2/10/2020) oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo. Pembukaan ini diawali dengan pertunjukan Tari Sekar Pudiastuti.
Dalam sambutannya, Sri Purnomo mengapresiasi penyelenggaraan festival pernikahan ini. Ia berharap, event ini menjadi inspirasi bagi calon pengantin yang ingin menyelenggarakan pernikahan sesuai protokol kesehatan.
"Ini ajang yang luar biasa bagus, memberi kesempatan event organizer khususnya wedding organizer untuk menampilkan program yang mereka siapkan dalam rangka melayani calon pengantin yang sudah menunggu kapan Covid-19 berakhir," kata Sri.
Direktur Operasional PT Garuda Mitra Sejati, Bunardi menyatakan pihaknya selama ini banyak mendapat pertanyaan soal kapan bisa diselenggarakan acara pernikahan oleh calon pengantin.
"Mereka sudah menunda dari Maret sampai saat ini masuk bulan Oktober. Acara ini kami persembahkan bagi calon pengantin untuk menjembatani keinginan mereka melaksanakan pernikahan impian sesuai protokol kesehatan," kata Bunardi.
Ada 42 vendor pernikahan yang berpartisipasi dalam Sleman Wedding Festival sampai Minggu (4/10/2020). Mereka hadir dengan berbagai ide kreatif dan inovatif terbaik mereka untuk memberikan pernikahan yang terbaik mulai dari venue, hotel, decoration, groom suits, make up, bridal, video and photography.
Melalui tema “Everlasting Love”, Sleman City Hall bersama Specta Organizer bermaksud menciptakan cinta yang abadi di dalam diri para calon pengantin, melalui event Sleman Wedding Festival dengan sentuhan tradisi pernikahan budaya Indonesia yang dikemas secara nasional dan internasional.
Tidak hanya pameran, Sleman City Hall juga telah menyiapkan berbagai hadiah para pengunjung. Untuk mendapatkan hadiah berupa voucher serta diskon mencapai 60%, cincin pernikahan, menginap gratis di hotel, bahkan nikah gratis, para pengunjung cukup melakukan transaksi minimal sebesar Rp500 ribu di vendor yang diminati.
Setelah dibuka, festival hari pertama ini menampilkan Make Up Demo By Opie dan Fashion Show By Noa Robes. Kemudian pada Sabtu (03/10/2020), festival ini menampilkan Talk Show Sangjit Procession By Specta EO & Elv Gift, Fashion Show By Harajuku Bridal, Fashion Show By Griya Ageman, Demo Make Up By Yoan MUA, dan ditutup dengan Fashion Show By Icka Gavrilla.
Puncak event Sleman Wedding Festival pada Minggu akan diisi dengan Simulasi Panggih & Talk Show By Wiwied Kembar, Entertainment Perform By Eskla Music Yogyakarta, Fashion Show By Mia MUA & Aloina Bridal Yogyakarta. Tak kalah menarik, penyanyi jebolan Indonesian Idol Regina Ivanova turut memeriahkan Sleman Wedding Festival.
Selama ini, Sleman City Hall juga telah menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung sejak pintu masuk, mulai dari cek suhu serta wajib bermasker dan cuci tangan dengan sabun. Untuk tetap tertib menjalankan protokol jaga jarak, pengunjung juga akan dibatasi jumlahnya tiap vendor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.