Hanya Sehari Berantakan karena Kericuhan Demonstrasi, Kantor DPRD DIY Kini Sudah Kembali Normal

Gedung DPRD DIY - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
09 Oktober 2020 16:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Setelah dilanda kericuhan oleh demo penolakan Omnibus Law pada Kamis (8/10/2020), DPRD DIY sudah kembali beraktivitas normal sehari setelahnya. Kendati masih dihitung, total kerusakan di kompleks DPRD DIY diperkirakan tidak banyak.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, mengatakan segenap anggota DPRD DIY dan sekretariat sudah beraktivitas normal dan semua agenda kegiatan DPRD tetap berjalan normal. "Anggota di komisi sudah berkegiatan, di kantor sudah menerima audiensi, tamu dan aktivitas lain," ujarnya, Jumat (9/10/2020).

BACA JUGA: Satgas Covid Ingatkan Penyedia Tes Usap Mandiri Tak Lakukan Kecurangan Harga

Pihaknya menyayangkan demo tersebut karena mengandung anarkhi dan tidak murni penyampaian aspirasi. Selain merugikan warga DIY, kericuhan juga justru merugikan perjuangan pekerja yang menyuarakan penolakan UU Ciptakerja secara murni.

"Jadi tidak ada yang diuntungkan dengan anarkhi, hanya pihak tidak bertanggung jawab saja yang senang anarkhi. Kekerasan seperti kemarin meskipun mungkin sudah lama direncanakan oleh aktor intelektual-nya ternyata tidak berefek signifikan dengan warga DIY," katanya.

Bahkan kata dia, kantor DPRD DIY yang jadi sasaran saja sehari setelahnya sudah aktivitas normal kembali.

Hanya tiga puluh menit sejak demo berakhir warga DIY sudah bergotong royong membersihkan dan merapikan kompleks DPRD. Ada sahabat sahabat OJOL berbagi, TRC, relawan jogja, kepolisian, rekan rekan TNI dan banyak lagi. Kalau siang nya DPRD penuh pendemo ternyata malam nya penuh relawan yang bergotong royong," ungkapnya.

Pohaknya saat ini masih mendata kerusakan dan akan segera kita perbaiki, termasuk beberapa warung yang terbakar.