PKL Malioboro Terdampak Ricuh Demonstrasi Mengadu ke Pemerintah

Demo mahasiswa di Malioboro menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis (8/10 - 2020)/Harian Jogja
09 Oktober 2020 21:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro yang terletak di zona satu belum dapat beroperasi normal pasca-kericuhan demonstran. Meski tak secara resmi ada aturan untuk meliburkan PKL, banyak pedagang memilih tutup melihat situasi yang belum memungkinkan untuk berdagang.

Kepala UPT Malioboro, Ekwanto menjelaskan pihaknya tidak memberi arahan secara resmi untuk meliburkan PKL. Namun menurut Ekwanto para PKL melihat situasi Malioboro yang belum memungkinkan untuk berjualan. "Prinsipnya kami tidak meliburkan, cuma situasi kondisi teman-teman yang mungkin melihat kondisi dulu yang seperti apa mungkin nanti akan buka," terang Ekwanto dihubungi Jumat (9/10/2020).

Ditegaskan Ekwanto banyak pedagang memilih libur sambil melihat situasi dan kondisi yang berkembang. Dari catatan Ekwanto banyak gerobak sudah dipiinggirkan dahulu sebelum terjadinya bentrokan. Hingga saat ini pihaknya masih belum mendapat laporan adanya kerusakan dari pihak PKL. "Sampai sekarang belum dapat [laporan], barang-barangnya mesti sudah dikrukup rapat, dievakuasi sebelum ricuh," ujarnya.

BACA JUGA: Pangkal Ricuh Demo karena Pusat, Muhammadiyah Tegaskan Jangan Terjadi Konflik Horizontal

Saat terjadinya demonstrasi Ekwanto memang telah mengimbau kepada toko dan PKL untuk tutup. "Toko dan PKL kami suruh tutup agar tidak memicu hal hal yang tidak diinginkan," tuturnya. Saat ini proses pendataan kerusakan PKL masih berjalan dilakukan oleh tim infrastruktur. Setidaknya 200 PKL di seputaran DPRD DIY terdampak tidak bisa berjualan.

Salah satu pedagang yang terdampak dalam Sogi Wartono. Pedagang bakso depan DPRD DIY itu menyebutkan bahwa semua PKL terkena dampak dari demonstrasi. Sogi selaku ketua Paguyuban PKL Malioboro Handayani mengatakan pedagang-pedagang dalam anggotanya tak bisa apa-apa saat kericuhan meletus.

Sehari setelah kejadian Sogi datang ke Malioboro untuk berdiskusi dengan pemerintah menyangkut kerugian yang bisa timbul dari rekan-rekan PKL. "Barusan saya datang ke Malioboro, pemerintah menanggapi kira-kira ada berapa kerugian-kerugiannya nanti ditanggapi dari kecamatan dan semua anggota saya mintain foto copy [data]," terangnya. Sogi mengatakan dia tengah menjaring data para pedagang yang dagangannya terkena kerusakan.

Dari usaha bakso milik Sogi setidaknya beberapa perabot seperti gelas, kursi, hingga tutup lampu raih Akibatnya Sogi tidak bisa berjualan bakso hari ini. "Coba ngecek besok, mungkin jualan minggu," tandasnya.